Selasa | 24 September 2019 |
×

Pencarian

OPINI

Minimnya Penguasaan Bahasa Asing di Daerah Maritim

Selasa | 02 April 2019 | 10:43
opini mahasiswa

Bahasa asing adalah bahasa yang berasal dari luar daerah penggunaan bahasa tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa asing adalah adalah bahasa milik bangsa lain yang dikuasai, biasanya melalui pendidikan formal dan yang secara sosiokultural tidak dianggap sebagai bahasa sendiri.

Penguasaan bahasa asing sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pelajar maupun para pekerja. Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan bahwa penguasaan bahasa asing bagi para pekerja sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaannya.

“Peningkatan kemampuan berbahasa asing dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Karena SDM itu sendiri mempunyai pengaruh yang sangat besar,” kata Manaker M. Hanif Dhakiri saat menghadiri peluncuran ‘English for Indonesia’ di Kedubes Inggris Jakarta, Selasa (2/10).

Sebagai bukti nyata terkait penyampaian Manaker M. Hanif Dhakiri yaitu dapat kita lihat pada salah satu perusahaan yang berdiri di Indonesia, tepatnya di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. PT. Saipem Indonesia Karimun Yard, adalah anak perusahaan dari Saipem International B.V dan didirikan pada tahun 1995 di Indonesia. Perusahaan ini lebih banyak memperkerjakan tenaga kerja asing pada bidang kerja yang important daripada penduduk asal setempat.

Hal ini diakibatkan oleh rendahnya penguasaan bahasa asing di wilayah Kepulauan Riau. Sebagai daerah maritim, kemampuan berbahasa asing sangat diperlukan. Tidak hanya bahasa inggris, namun saat ini Bahasa Mandarin menjadi bahasa internasional kedua setelah bahasa inggris.
Berdasarkan laporan dari lembaga pendidikan bahasa inggris EF, Indonesia menempati peringkat ke-39 dari 80 Negara dalam Indeks Kecakapan Bahasa Inggris. Ini terlihat lebih baik untuk Indonesia, hanya saja di beberapa daerah di Kepulauan Riau, seperti Anambas, Natuna, Karimun, penguasaan bahasa asing yang dimiliki para warga nya masih sangat minim.

Terkait dengan Penutupan English Expo 2019 dan Malam Penganugerahan Insan Berprestasi yang bertempat di Lapangan Ramayana pada Sabtu (30/3) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMRAH, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Dr. Muhd. Dali, MM mengatakan bahwa rangkaian acara English Expo 2019 seperti lomba Spelling Bee, English Debating Championship, Story Telling, merupakan acara yang sangat menarik dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris pelajar yang ada di kota Tanjungpinang.

Rektor UMRAH, Prof. Dr Syafsir Akhlus M.Sc sangat mengapresiasi acara English Expo 2019 ini yang juga merupakan acara perdana expo yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Ia berharap bahwa acara seperti ini akan berlangsung untuk tahun-tahun yang akan datang.

Minimnya penguasaan bahasa asing di wilayah Kepulauan Riau sangat bisa untuk ditingkatkan. Dengan dilaksanakannya acara-acara seperti English Expo ini tentu saja dapat meningkatkan penguasaan bahasa asing yang dimiliki oleh masyarakat, khusunya bahasa inggris untuk pelajar dan diimbangi dengan melakukan practice yang dapat membuat segala jerih payah untuk dapat menguasai bahasa asing dapat terpenuhi. Karena untuk menguasai bahasa inggris tidak hanya membutuhkan teori-teori, namun juga skill yang dapat kita raih dengan kerja keras.

Penulis: Nadila
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMRAH

Editor :