Minggu | 20 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Walikota dan Wakil Walikota Batam

BATAM

PPHC Terima Keluhan Warga Pulau Abang yang Resahkan Aktivitas Reklamasi di Pulau Pengalap, Barelang

Jumat | 05 April 2019 | 14:31
pengrusakan lingkungan

MEDIAKEPRI.CO.ID BATAM – Masyarakat di Kelurahan Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam merasa resah dengan aktivitas reklamasi yang dilakukan PT Pulau Bintang Emas. Kegiatan penimbunan ini telah berlangsung selama dua tahun di wilayah Pulau Pengalap.

Hal tersebut disampaikan masyarakat dalam pertemuan bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Pesisir Hinterland Centre (PPHC) Provinsi Kepulauan Riau dan Binmas Polda Kepri, di Pondok Informasi, Pulau Abang, Rabu, 27 Maret 2019 lalu.

Kepala Bidang Hukum Lingkungan Hidup, DPP PPHC Kepri, Budiman Sitompul mengatakan masyarakat Pulau Abang harus berani melawan ketertindasan dari pengusaha yang memiliki dompet tebal, yang dengan semena-mena merusak mata pecarian utama masyarakat sebagai nelayan.

“Masyarakat diminta jangan takut untuk melaporkan masalah ini kepada pihak-pihak terkait,” kata pria yang akrab disapa Tomi ini, Jumat, 5 April 2019.

Dikatakan Tomi, berdasarkan Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ada tata cara untuk melakukan pengelolaan lingkungan hidup.

Disebutkannya, ada larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

“Larangan-larangan tersebut diikuti dengan sanksi yang tegas dan jelas tentang ketentuan pidananya,” jelasnya.

Maka dari itu berdasarkan UU nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup tersebut, PPHC menyarankan kepada masyarakat untuk segera membuat laporan agar pelaku segera diproses.

“Kami dari lembaga PPHC akan terus mengawal dan mendampingi masyarakat, supaya laporan yang akan dibuat nantinya, secepatnya bisa ditindaklanjutin oleh instansi terkait,” pungkasnya. (sal)

Editor :