Kamis | 21 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Tolong..Tolong Anakku Dibawa Buaya! Teriak Seorang Ibu Melihat Anaknya Diterkam Buaya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Belitung – Seorang bocah 6 tahun, Uwes Al Karni, diterkam buaya saat tengah asyik mandi bersama ibunya.

Peristiwa nahas bocah diterkam buaya itu terjadi di kolong belakang rumah di Simpor Dusun ganse, Danau Nujau, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin, 12 April 2019.

Loading...

Menurut tetangga korban, Hartini, saat kejadian sekitar pukul 16.30, bocah yang akrab disapa AL sedang mandi bersama ibunya.

“Tadi sempat dimain-mainkan, dari buayanya kayak dikibas-kibas, naik turun ditimbulkan dua kali,” ujar Hartani.

Lanjut Hartani, ibu korban pun berteriak histeris melihat anaknya diterkam buaya.

“Tolong.. tolong, anak aku dibawa buaya, ibu korban pun belarian sambil mengatakan kembalikan anak ku kembalikan,” kata Hartini menirukan ibu korban.

Loading...

Di lokasi tampak ratusan orang sedang mengelilingi lokasi AL saat diterkam buaya.

Tim gabungan TNI, Polres Beltim, Polsek Gantung, Sars dan Tagana masih berusaha mencari korban dan buaya yang menerkam dengan menggunakan dua kapal.

Sang ayah, Yadi nekat menceburkan dirinya ke dalam kolong untuk mencari keberadaan putra tercintanya pada pukul 22.30 WIB.

“Tadi anak saya pegang gayung merah, itu dak dilepas dari die,” ujar Yadi kepada dukun yang juga mengawasi Yadi yang menceburkan diri ke kulong.

Tak hanya Yadi, sang istri pun ingin menceburkan diri ke kolong, namun dihalau oleh petugas yang ada di sekitar lokasi.

Dua perahu diturunkan oleh tim gabungan dalam pencarian korban namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda korban atau buaya muncul ke permukaan kolong.

Berdasarkan obrolan warga bahwa keberadaan buaya di kolong Simpor, Dusun Ganse, Desa Gantung memang sudah ada sejak lama, yakni sejak tahun 1990.

Timbulnya buaya pun sering disaksikan warga sekitar. Palun (30) warga Gantung mengaku sudah lama sejak tahun 1990 pun sudah ada.

“Dulu kan saya sering cari rumput untuk pakan ternak, sekitar tahun tahun 1990an ,saat itu sudah ada, tapi tidak ganggu, kejadian ini pun baru sekali di kolong ini, paling sekitar 3 buaya di sini,” ujar Palun. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...