Kamis | 14 November 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku untuk Pilkada Kuansing

KUANSING

Aktivitas Tambang Emas di Kuantan Mudik Merajalela, Masyarakat: Sungai Kami Tercemar

Minggu | 19 Mei 2019 | 23:44

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Aktivitas pertambangan emas yang beroperasi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), khususnya di Kecamatan Kuantan Mudik sangat mengganggu masyarakat.

Kegiatan penambangan emas yang dilakukan dengan menggunakan alat berat dan mesin penghisap, tidak hanya mengganggu dan mengusik ketenangan kehidupan masyarakat.

Loading...

Lebih jauh, dalam proses melakukan pertambangan ini, para penambang menggunakan zat yang berbahaya. Dan cairan kimia yang digunakan ini, konon kabarnya mencemari air sungai yang dijadikan tempat pertambangan itu sendiri.

“Kami terganggu. Suara mesinnya bising, kini sungai yang merupakan mata air masyarakat ikut tercemar,” kata seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi pertambangan emas berinisial Kj (35) kepada mediakepri.co.id belum lama ini.

Warga menjelaskan, sebelum pertambangan itu dilakukan dengan menggunakan alat berat dan mesin, kondisi air sungai jernih. Banyak warga yang menggunakan air yang bersih ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Tetapi kini, air sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat itu sudah berwarna coklat atau keruh. Tidak hanya warna airnya yang menghitam, masyarakat takut untuk menggunakan air sungai.

Loading...

Ketakutan masyarakat ini bukan tidak beralasan. Saat ini, masyarakat mengetahui keruhnya air sungai dengan warna kecoklatan itu akibat tercemar dari proses yang terjadi dari mesin pompa yang digunakan penambang untuk menambang emas.

“Untuk menambang emas, penambang menggunakan air raksa untuk memisahkan antara emas dengan pasir hitamnya. Dan otomatis, cairan kimia yang digunakan itu mencemari air sungai. Dan proses mesin itu membuat air berubah jadi warna coklat,” katanya menjelaskan proses pencemaran tersebut.

Diakui masyarakat bahwa para penambang emas ini cukup berani. Soalnya, meskipun aktivitas yang mereka lakukan tanpa dilekapi perizinan apapun, tetapi mereka tetap berjalan. Walapun, pihak kepolisian melakukan razia, mereka masih tetap menjalankan kegiatan ilegal tersebut.

“Kepolisian sudah sering melakukan penertiban. Mulai dari dibakar, dihacurkan dan ditenggelamkan, tapi hal itu sepertinya tidak membuat penambang ini jera. Malahan mereka semakin berani dan makin berbanyak,” ujarnya

Kapolsek Kecamatan Kuantan Mudik, AKP Afrizal mengakui ada dampak dari razia yang dilakukan oleh jajarannya. Soalnya, saat ini jumlah masyarakat yang mengeluh tentang aktivitas penambangan emas ini sudah berkurang.

“Dilihat dari laporan masyarakat yang semakin berkurang, jadi kami berharap peti ini punah. Dan masyarakat bisa mengunakan air sungai seperti biasanya,” katanya kepada mediakepri.co.id.

Lebih jauh diapun berharap bantuan dan dukungan masyarakat dalam memberantas aktivitas pertambangan emas tanpa izin dan dokumen ini. “Laporkan terus bila masyarakat melihat kegiatan ini beraktivitas. Kami akan selalu memeranginya,” ungkap Kaposek. (depriandi)

Editor :

Loading...
Loading...