Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

Anak Pendeta Miskin di Inggris Dirikan Gereja Methodis

Jumat | 24 Mei 2019 | 2:13

MEDIAKEPRI.CO.ID – Untuk di Indonesia, Gereja Methodis tidak begitu besar. Akan tetapi, disejumpah negara yang mendapatkan pengaruh Inggris, gereja ini cukup besar.

Di negara yang pernah menjadi wilayah kekuasaan Inggris, Gereja Methodis umumnya berkembang cukup besar. Di Malaysia, Singapura, Fiji, Papua Niugini, Australia, misalnya, Gereja Methodis adalah Gereja Protestan terbesar.

Gereja Methodis berkembang dari Gereja Anglikan di Inggris. Secara teologis, Gereja Methodis mengikuti garis teologi yang dikembangkan oleh John Wesley yang mengikuti pandangan Arminian (Jacobus Arminius) dalam hal Urutan Proses Keselamatan (Ordo Salutis).

John Wesley adalah seorang pendeta Anglikan di Inggris. Ia dilahirkan dalam sebuah keluarga besar. John Wesley adalah anak ke-14 di dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang pendeta miskin, namun John berhasil belajar di Universitas Oxford dan menjadi pendeta.

Selama itu, ia berusaha menemukan kepuasan imannya dengan jalan melakukan semua perintah agama serta aturan Gereja secara ketat. Namun pada suatu persekutuan doa di Aldersgate di Inggris pada tanggal 24 Mei 1738, ia merasakan ada sesuatu di dalam hatinya yang membakar dirinya.

Dan sejak saat itu, ia merasa diingatkan oleh kata-kata Rasul Paulus di dalam Surat Roma bahwa ia tidak mungkin menemukan kesempurnaan imannya dan keteduhan kehidupannya selain melalui iman kepada kasih Allah.

Sejak itu John Wesley mengajarkan pengalamannya yang baru ini dan banyak orang yang sebelumnya tidak ke gereja mulai tertarik akan ajarannya. (wikipedia.org)

Editor :