Kamis | 28 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Antisipasi Hoaks, Pemerintah Batasi Penggunaan Media Sosial

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah memutuskan untuk membatasi penggunaan media sosial sebagai buntut pecahnya kerusuhan, usai demonstrasi damai di depan Bawaslu, Rabu, 22 Mei 2019 dini hari WIB.

Kerusuhan pecah sekitar pukul 23.00 WIB hingga pagi tadi, atau setelah aksi damai di depan markas Bawaslu berakhir sekitar pukul 21.30 WIB.

Loading...

Nah, untuk mengantisipasi hoaks, kabar simpang siur dan viral yang negatif di tengah masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika membatasi layanan medsos untuk sementara dan secara bertahap.

Miris! Siswa Pintar Itu Tak Diluluskan Karena Status Protes di Facebook, Setelah Ketemu Kadis Dikbud Justru Menyedihkan

“Pembatasan ini bersifat sementara,” kata Menkominfo Rudiantara saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Rabu, 22 Mei 2019 siang.

Dia menjelaskan, pembatasan itu berupa posting video dan foto di messaging system.

Loading...

Sopir Itu Tidak Tahu Kalau Truk yang Dikendarainya Menggilas Bayi 18 Bulan hingga Tewas, Ini Kronologinya

“Viralnya foto atau video itu bukan di Facebook, Instagram atau Twitter, tapi ketika sudah di messaging system sepeti di WhatsApp. Jadi di sana mungkin akan ada keterlambatan (baca saja: kena blok). Ini untuk sementara, bertahap,” ujar Rudi.

Sempat Berhenti, Massa Kembali Lempari Batu Stasiun Tanah Abang, Penumpang Menumpuk

“Video dan foto itu kan langsung dilihat, psikologisnya (dari masyarakat) yang pengin kami antisipasi. Sekali lagi ini bersifat sementara dan bertahap,” pungkasnya. (***)

sumber: jpnn.com

Loading...
Loading...