Senin | 18 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Di Balik Sajiannya, Ini Kisah Kue Kering yang Wajib Ada di Meja saat Lebaran

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Idulfitri atau lebaran tak bisa dipisahkan dari sajian kue kering.

Kue kering klasik dari nastar, putri salju, hingga kastengel selalu tersaji di setiap meja.

Loading...

Lebaran sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia untuk berkumpul berbagi keceriaan bersama keluarga dan kerabat.

Mau Tau Cara Membuat Cumi Bakar Bumbu Meresap dan Tidak Alot?

Tak Terasa Ramadhan Sebentar Lagi, Nih Ada Resep dan Cara Membuat Ayam Suwir Bumbu Daun Jeruk yang lezat

Bakso Beranak Daging Sapi, Nih Resep dan Cara Membuatnya

Loading...

Namun taukah Anda, di balik nikmatnya penganan ini ada lima fakta menarik di baliknya.

1.Penemuan tak sengaja

Kue kering ternyata sudah lekat dengan peradaban muslim sejak berabad-abad lalu.

Menurut sejarah, kue kering di dunia dari Persia yang saat ini berubah nama menjadi Iran.

Masyarakat kerap mengenal kue kering sejak abad ke-7.

Kue kering tidak pernah diniatkan untuk diciptakan.

Saat itu, para tukang roti ingin membuat kue biasa pada umumnya.

Sayangnya, pada masa tersebut, memanggang kue bukan perkara yang mudah.

Salah satu kesulitan yang harus dihadapi dalam memanggang kue adalah penentuan suhu dalam oven yang akan digunakan.

Untuk mengukur suhu yang tepat, biasanya para tukang roti saat itu menjatuhkan sedikit adonan ke dalam oven.

Adonan kue yang jatuh inilah yang membuat kue kering lahir.

Saat itu, kue kering hanya versi tipis dari kue pada umumnya dan disajikan dalam porsi kecil dengan warna cokelat keemasan.

2.Menu kaum bangsawan

Pada zaman dahulu kue kering hanya disajikan bagi kaum bangsawan.

Kue kering kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui pedagang Muslim.

Salah satu wilayah yang ikut mempopulerkan kue kering adalah daratan Eropa.

Di Eropa, sejarah kue kering bermula di Spanyol saat penaklukan Muslim.

Sekitar abad ke-14, penganan ini mulai dinikmati oleh seluruh masyarakat Eropa, mulai dari anggota kerajaan hingga rakyat biasa.
Kemudian pada 1596, makanan ringan ini menjadi makanan yang disajikan untuk kelas menengah di Inggris.

Kue kering yang populer saat itu berbentuk persegi kecil yang diperkaya dengan kuning telur dan rempah-rempah.

Kepopuleran kue kering makin berkembang karena penganan ini bisa tetap awet dalam waktu yang lama.

Ini membuatnya menjadi makanan sempurna untuk dibawa berpergian.

3.Produksi dikontrol asosiasi profesional

Pada 1671, imigran Inggris, Skotlandia, dan Belanda membawa kue kering pertama ke Amerika Serikat.

Kue kering kemudian disajikan saat minum teh.

Sama seperti saat ini, pembuatan kue kering dilakukan oleh industri rumahan.

Selanjutnya, ratusan resep kue dibuat di Amerika Serikat.

Baru sekitar abad ke-17 dan 18 di Eropa, pembuatan kue mulai dikontrol dengan hati-hati oleh asosiasi profesional.

4.Kudapan wajib perayaan Eropa

Setelah revolusi industri, pada abad ke-19, teknologi pembuatan kue makin maju.

Saat itu, bermacam-macam kue kering diciptakan mulai dari rasa manis hingga gurih.

Sejak saat itu, kue menjadi salah satu kudapan wajib untuk berbagai perayaan di Eropa maupun Amerika seperti Natal dan sebagainya.

5.Masuk Indonesia saat penjajahan Belanda

Di Indonesia sendiri salah satu kue kering yang terkenal adalah nastar.

Penganan ini laris ketika Lebaran.

Setelah nastar, kemudian muncul berbagai varian kue kering lainnya.

Nastar masuk ke Indonesia ketika masa penjajahan Belanda.

Kue ini menjadi pengganti pie blueberry atau apel yang merupakan kegemaran bangsa Belanda.

Nama nastar adalah kepanjangan bahasa Belanda yaitu “Ananas/ nanas” dan “Taart/tart/pie” yang artinya Tart nanas.

Penggunaan nanas sendiri merupakan pengganti buah blueberry yang sulit ditemukan di Indonesia.

Hingga saat ini, nastar merupakan salah satu kue kering favorit di Indonesia untuk berbagai perayaan dan menyambut tamu.

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...