Rabu | 23 Oktober 2019 |
Advertisements
×

Pencarian

Kandidatku tuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri

KEPRI

DPRD Kepri Desak Bright PLN untuk Menambah Pembangkit dan Penuhi Kebutuhan Listrik Masyarakat Batam

Rabu | 08 Mei 2019 | 17:09

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Komisi III DPRD Kepulauan Riau mendesak Bright PLN Batam segera menambah pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Batam, Bintan dan Tanjungpinang.

Hal itu didasarkan pada perkembangan pembangunan yang semakin pesat sehingga berdampak pada kebutuhan listrik yang semakin meningkat seperti pembangunan mal, industri, hunian seperti apartemen dan perumahan.

“Selain pesatnya pembangunan, faktor seringnya terjadi pemadaman juga mendasari kami agar Bright PLN Batam segera menambah pembangkit dengan membangun Tanjung Kasam II,” kata Anggota Komisi III DPRD Kepri Irwansyah saat rapat dengar pendapat dengan PT Bright PLN Batam, Selasa, 7 Mei 2019.

Pembangunan Tanjung Kasam II ini juga nantinya akan menambah jumlah pembangkit listrik yang berbahan bakar batu bara.

Menurut Irwansyah, pembangunan PLTU Tanjung Kasam II adalah yang paling cepat ketimbang harus membangun PLTU lain.

Dia mengatakan pembangunan PLTU Tanjung Kasam II ini hanya memerlukan waktu dua tahun dan bisa langsung beroperasi karena sudah ada lahannya serta memiliki pelabuhan bongkar muat batu bara sendiri.

Irwansyah menjelaskan saat ini perbandingan jumlah pembangkit yang menggunakan gas dan batu bara sebesar 75 persen – 25 persen.

Jumlah tersebut dianggap tidak seimbang, terutama ketika jaringan gas bermasalah atau sedang dalam masa pemeliharaan maka sebagian besar pembangkit di Batam akan berhenti beroperasi dan berakibat pasokan daya listrik berkurang drastis.

Selain itu dia juga mengingatkan bahwa tren harga gas yang setiap tahun naik secara otomatis juga mempengaruhi biaya produksi yang akhirnya berimbas pada tarif dasar listrik yang tinggi.

Sedangkan batu bara ditaksir lebih murah.

Saat ini seluruh pembangkit listrik di Batam pada keadaan normal mampu menghasilkan daya sebesar 570 MW.

Dari jumlah tersebut Bright PLN Batam masih memiliki daya cadangan sebesar 130 MW ketika pada pemakaian daya puncak sebesar 440 MW.

Wakil Ketua Komisi III Surya Makmur Nasution mengatakan Bright PLN Batam dapat memastikan tidak ada pemadaman lagi.

“Bright kemarin sudah berjanji tidak akan ada lagi pemadaman pada bulan puasa ini tapi kenyataannya Senin, 6 Mei 2019 masih ada pemadaman,” ujar Surya Makmur.

Dia juga ingin agar Bright PLN Batam lebih optimal lagi dalam mengantisipasi pemadaman listrik, entah apa pun itu alasannya.

Direktur Operasi Bright PLN Batam Awaluddin Hafidz mengatakan pemadaman yang terjadi pada Senin lalu bukan disebabkan turunnya pasokan gas dari Petrochina.

“Ada pemeliharaan jalur gas milik Petrochina jadi ada drop pressure yang mengakibatkan mesin pembangkit kami tidak optimal,” jelas Hafidz.

Terkait desakan penambahan pembangkit baru, Awaluddin membenarkan memang komposisi mesin pembangkit Bright saat ini tidak sesuai dengan komposisi yang seharusnya.

Komposisi pembangkit semestinya 40:60 antara batu bara dan gas. Saat ini, komposisi pembangkit yang dimiliki Bright yakni 25 persen batu bara dan 75 persen gas.

Dengan demikian, ketika ada kendala dengan pasokan gas, pembangkit tersebut tidak bisa beroperasi maksimal.

Selain pasokan gas, penyebab sering terjadinya pemadaman yakni masalah pemeliharaan mesin pembangkit dan kerusakan turbin.

Misalnya, terjadi di PLTGU DEB Panaran sehingga menyebabkan penurunan daya sebesar 40 MW.

“Pada tanggal 19 Maret lalu di Panaran rusak gas turbinnya sehingga memaksa kami untuk menyewa mesin dari Inggris sampai turbin selesai diperbaiki,” kata Awaluddin.

Kepala Bidang Ketenaga Listrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Riau Marzuki mengatakan selain penambahan pembangkit baru, nantinya Dinas ESDM akan melakukan evaluasi terkait pembangkit yang sudah beroperasi lebih dari 20 tahun.

“Misalnya, PLTD yang umurnya sudah lama akan kami evaluasi,” tambah Marzuki. (***)

Editor :