Selasa | 24 September 2019 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

Jayakarta Diubah Jadi Batavia, Ini Ide Gubernur Jenderal JP Coen

Kamis | 30 Mei 2019 | 4:33

MEDIAKEPRI.CO.ID – Jan Pieterszoon Coen yang lebih akrab disebut J.P. Coen, lahir di Hoorn pada tahun 1586 atau 1587. Lelaki ini yang mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia. Perubahan nama ini dilakukannya ketika ia menjabat sebagai Gubernur Jenderal.

Pada usia ke-13, ia dikirim ayahnya ke Roma. Di sana ia magang pada seorang pedagang Flandria, Belgia bernama Joost de Visscher. Di Roma ia tinggal selama 6 tahun. Selain belajar dagang, ia juga belajar berbagai macam bahasa.

Pada tahun 1607, ia kembali ke Hoorn lalu pada tanggal 22 Desember pada tahun yang sama ia berangkat ke Hindia. Pada kesempatan ini ia diberi nama Coen. Pada perjalanan pertamanya ke Hindia, ia mengalami peristiwa yang akan membuatnya memiliki dendam mendalam terhadap orang Banda. J.P Coen ikut mendampingi Laksamana Pieterszoon Verhoeven yang melakukan ekspedisi pertama ke Kepulauan Banda tahun 1609.

Ia bertugas sebagai juru tulis dalam perundingan dengan Orang Kaya (sebutan untuk tetua adat masyarakat Banda) terkait dengan upaya menjalin kerjasama perdagangan rempah-rempah. Pada saat itu, Banda memang sudah menjalin hubungan dagang dengan Inggris sehingga mereka merasa perlu melakukan perundingan.

Ternyata, perundingan tersebut hanyalah jebakan. Ketika delegasi VOC datang ke tempat perundingan yang disepakati, yaitu di sebuah pohon di pesisir pantai, para Orang Kaya tidak ada di tempat. Utusan Orang Kaya meminta Verhoeven berunding dengan beberapa orang saja di dalam hutan karena Orang Kaya takut melihat VOC yang datang dengan pasukan bersenjata.

Verhoeff menyetujui dan masuk ke dalam hutan bersama kurang dari 30 orang saja. Sesampainya di sana, bukannya perundingan yang digelar, ia dan pasukannya yang sedikit justru dibantai. Tidak kurang dari 27 orang Belanda mati terbunuh, namun J.P Coen berhasil melarikan diri dan selamat. Termasuk yang meninggal dalam pembunuhan ini adalah Laksama Pieter Willemszoom Verhoeven sendiri

Kejadian tersebut, membuat karier J.P Coen relatif melaju dengan cepat. Pada usia 31 tahun, tepatnya tanggal 18 April 1618, ia diangkat menjadi Gubernur Jenderal. Akan tetapi baru pada 21 Mei 1619 ia resmi memangku jabatan tersebut dari Gubernur Jenderal sebelumnya, Laurens Reael.

Setelah menjadi Gubernur Jenderal, ia tidak tahan terhadap orang Banten dan orang Inggris di sana, maka ia pun memindahkan kantor Kompeni ke Jakarta, di mana ia membangun pertahanan. Pada tanggal 30 Mei 1619 dia menaklukkan Jayakarta dan namanya diubah menjadi Batavia (Batavieren).

Awalnya ia mau mengubah nama kota ini menjadi Nieuw Hoorn seperti kota kelahirannya, namun usul itu ditolak pimpinan VOC di Belanda. Nama Batavia diberikan untuk menghormati Suku Batavia yang dianggap sebagai leluhur bangsa Belanda dan digunakan sampai tahun 1942. Penduduk Batavia memberi julukan Mur Jangkung pada J.P Coen, namun tidak jelas apa yang menyebabkan ia diberi julukan tersebut. Secara fisik, ia memang bertubuh kurus dengan tinggi di atas rata-rata.

Pendapat lain menyebutkan bahwa julukan tersebut berasal dari karya sastra jawa pra-kolonial berjudul Moer Djang Koeng di mana orang pribumi melafalkannya sebagai Mur Jangkung.

Beberapa persoalan yang harus dihadapi oleh J.P Coen pasca resmi menjabat sebagai Gubernur Jenderal diantaranya yaitu protes keras Maluku yang monopoli VOC, menaiknya harga lada di Banten akibat ulah Inggris dan Cina, perlawanan dari laskar pendukung Mataram Islam, dan konflik dengan Kesultanan Banten di Jayakarta yang melibatkan Inggris.

Sementara itu orang-orang Inggris tidak diam, mereka marah atas perlakuan orang Belanda terhadap orang Inggris di Maluku. Sebagai dendam mereka merebut sebuah kapal Belanda De Swarte Leeuw yang berisi penuh dengan muatan. Maka setelah itu pertempuran antara kedua kubu pun dimulai. J.P. Coen sebagai pemimpin Belanda, bisa memenangkan pertempuran melawan orang Inggris.

Setelah menang melawan Inggris, ia merusak Jayakarta dan membangun benteng Belanda di kota itu. Di atas puing-puing kota Jayakarta ia membangun kota baru yang dinamakannya menjadi Batavia. (wikipedia.org)

Editor :