Selasa | 15 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Karimun

HEADLINE

Karimun Siaga Virus Cacar Monyet, Penumpang Asal Singapura dan Malaysia Diperiksa di Pelabuhan

Senin | 13 Mei 2019 | 19:49

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Pemkab Karimun mengantisipasi pencegahan menularnya virus monkeypox atau cacar monyet dengan melakukan pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan.

Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun bekerjsama dengan Polsek KKP dan operator thermal scanner melakukan pengecekan terhadap penumpang Singapura dan Malaysia yang datang ke Kabupaten Karimun.

Untuk pemeriksaan ini, pihak Karantina telah memasang alat thermal detector atau alat pendeteksi suhu tubuh di pelabuhan feri Internasional. Hal tersebut untuk mengantisipasi masuknya wabah penyakit cacar monyet yang saat ini sedang ada di Singapura.

“Jadi setiap penumpang Singapura yang masuk melalui pelabuhan internasional, kita lakukan pemeriksaan suhu tubuh. Jika terinfeksi langsung dilakukan pemeriksaan khusus,” kata Kepala Kantor Kesehatan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Bakhtiar Agus Wijaya, Senin 13 Mei 2019.

Dijelaskan Bakhtiar, sejauh ini belum ada ditemukan penumpang yang terkena monkeypox. Meski demikian pihak akan tetap melakukan pengawasan hingga isu cacar monyet tersebut tenang.

“Sejauh ini belum ada kita temukan penumpang yang terjangkit cacar monyet,” ucapnya.

Sementara itu, Dokter KKP Kelas II Tanjungbalai Karimun Famelia, mengatakan, bahwa ciri-ciri terjangkit virus cacar monyet tersebut antara lain demam, sakit kepala, nyeri-nyeri otot, dan mengalami kelenjar getah bening.

“Untuk masa inkubasinya atau gejala penyakitnya mulai kelihatan 5-20 hari setelah terinfeksi virus cacar monyet tersebut dan apabila terinfeksi maka akan dilakukan penanganan khusus di rumah sakit,” kata Famelia.

Famelia juga menjelaskan untuk penyembuhannya 2-3 minggu dengan daya tahan tubuh yang kuat, namun bisa berakibat fatal apabila daya tahan tubuh dari manusia itu sendiri lemah.

“Sehingga virus tersebut dengan sangat mudah masuk dan bisa menyebabkan gagal ginjal hingga kematian,” jelasnya. (yan)

Editor :