Minggu | 24 Januari 2021 |
×

Pencarian

KEPRI

Kekesalan Anggota DPRD Kepri Ing Iskandarsyah Kepada Pemerintah Soal Ex-Officio Walikota Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Ing Iskandarsyah, anggota DPRD Kepri berpendapat, pemerintah pusat pimplan alias tak tegas menentukan arah kebijakan Ex-Officio Walikota Batam, Kepulauan Riau.

Ing Iskandarsyah, legislator dapil Karimun tersebut melihat, kesannya ada tarik ulur elit politik, pebisnis atas kebijakan Ex-Officio Walikota Batam.

Loading...

“Tidak tegas. Yang namanya kebijakan harus matang, karena menyangkut publik. Malah ini terkesan ada tarik ulur elit politik dengan pebisnis,” sebut Ing Iskandarsyah seperti dikutip di laman batam.tribunnews, kemarin.

Menurutnya, sejauh ini FTZ di Batam tidak berpengaruh cukup besar bagi perekonomian daerah. Padahal, indikator pertumbuhan ekonomi di Kepri adalah Batam.

“kita aja pernah hanya dapat sekitar 2 persen pertumbuh ekonomi di tahun 2017, atau dibawah rata rata pertumbuhan ekonomi secara nasional. Artinya, walapun FTZ, dan posisi kita dekat negara tetangga tidak berpengaruh besar,” ujarnya.

Dalam suatu kebijakan seperti itu, harus ada 3 manfaat yang dirasakan. Mulai dari masyarakat, negara, dan pengusaha. Tapi sejauh ini hanya lebih menguntungkan pebisnis.

Loading...

“Kalau negara malah los pendapatan. Masyarakat malah tidak merasakan manfaatnya, harga sembako mahal, dan elektronik pun mahal. Lebih murah harga di Pinang daripada Batam,” ucapnya.

Disampaikannya, investor tidak memperdulikan siapa pemimpinnya. Sebab investor membutuhkan birokrasi yang mudah dan satu jalur.

“Saya melihat, bila semangat otonomi daerah itu ada dua matahari, malah susah. Namanya pembisnis tidak mau urusan yang bertele tele. Berikan wewenang itu kepada Pemko batam. Jangan melihat status FTZ di Batam 30 tahun lalu,” tegasnya. (sal)

Loading...
Loading...