Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

Orde Baru Hubungkan 1 Mei dengan Komunis, Ternyata Latarnya

Rabu | 01 Mei 2019 | 2:03
gerakan buruh

MEDIAKEPRI.CO.ID – 1 Mei merupakan hari libur. Karena pada tanggal ini dianggap hari yang bersejarah bagi kaum buruh. Dimana, 1 Mei adalah untuk memperingati perjuangan buruh.

Seperti yang dikutip di laman wikipedia.org, di Indonesia pada tahun 1920, telah memperingati hari Buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei ini.

Namun, semasa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia. Dan sejak berkuasa itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi.

Pelarangan memperingati 1 Mei sebagai hari buruh Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis. Dan ini terjadi sejak kejadian G30S pada 1965 menjadi sesuatu yang mengerikan dan menakutkan di Indonesia.

Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif. Soalnya, May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis.

Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.

Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.

Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori “membahayakan ketertiban umum”.

Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis.

Dalam sejarah dunia tercatat 1 Mei tahun 1886, ada sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei.

Pada tanggal 4 Mei 1886. Para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, Polisi Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati, para buruh yang meninggal dikenal sebagai martir.

Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai negara, juga terjadi pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal.

Hasil kongres sosialis dunia Juli 1889 di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi.

Isi Resolusi
Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Prancis.

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka. (wikipedia.org)

Editor :