Senin | 14 Oktober 2019 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

Paus Yohanes Paulus II Berikan Maaf dan Juga Jenguk Penembaknya di Penjara

Senin | 13 Mei 2019 | 4:20

MEDIAKEPRI.CO.ID – Meskipun Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1981 ditembak dan dilukai Mehmet Ali Ağca, namun ia tetap memaafkan. Bahkan ia meminta kepada orang-orang untuk mendoakan orang yang telah menembaknya.

Tak hanya sekedar memberi maaf dan mendoakan Mehmet Ali Ağca, dua hari setelah Natal, pada 27 Desember 1983, Paus menjenguk pembunuhnya di penjara Italia di mana Ağca ditahan.

Mehmet Ali Ağca, lahir 9 Januari 1958 adalah seorang pembunuh berkebangsaan Turki asal Kurdi. Setelah menjalani hukuman penjara selama 19 tahun di Italia, tempat ia dikunjungi oleh sang Paus dan memeluk Kekristenan, ia dideportasi ke Turki, tempat ia menjalani hukuman 10 tahun.

Ağca menggambarkan dirinya sebagai seorang tentara bayaran yang tidak memiliki orientasi politik, meskipun ia diketahui sebagai seorang anggota Serigala Abu-Abu, suatu organisasi ultranasionalis Turki.

Ağca lari ke Bulgaria, dan pada Agustus 1980 mulai menyeberangi wilayah Mediterania. Dia memasuki Roma pada 10 Mei 1981 melalui kereta api dari Milan. Di Roma dia mengklaim bertemu dengan tiga rekannya, dua orang Bulgaria dan seorang Turki.

Rencananya adalah Ağca, dan penembak cadangannya Oral Celik agar menembak dari Lapangan Santo Petrus dan kemudian meledakkan sebuah bom untuk memicu kepanikan sehingga mereka dapat melarikan diri ke kedutaan besar Bulgaria. Namun setelah Ağca menembak, Celik panik dan melarikan diri.

Motif percobaan pembunuhan yang dilakukan Ağca ini tidak jelas. Dia pernah mengatakan bahwa saat di Bulgaria dia pernah ditemui anggota Dinas Rahasia Bulgaria dan ditawarkan 3 juta Mark untuk membunuh sang Paus namun hal ini kemudian disangkalnya. Ada pula yang menyebut bahwa ada keterlibatan dinas rahasia Soviet, KGB.

Ağca pernah berkata “Bagi saya (sang Paus) adalah lambang dari kapitalisme”. (wikipedia.org)

Editor :