Selasa | 01 Desember 2020 |
×

Pencarian

KARIMUN

Polisi Larang Pelaku Usaha Onderdil di Karimun Jual Bebas Knalpot Racing

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Satlantas Polres Karimun bersama Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan ESDM, Dinas Perizinan dan Dinas Perhubungan menghimbauan pelaku usaha onderdil kendaraan untuk tidak memperjualbelikan secara bebas knalpot racing kepada masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk mencegah gangguan Kamtibmas dari suara berisik knalpot yang tidak sesuai standart tersebut menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019.

Loading...

Kasat Lantas Polres Karimun AKP Teuku Fazrial Kenedy mengatakan, himbauan larangan penjualan secara bebas knalpot racing tersebut dilakukan di toko atau bengkel di wilayah Kecamatan Karimun.

Selain larangan penjualan, juga diminta untuk pelaku usaha tidak membantu memodif kendaraan roda dua menggunakan knapot tersebut.

“Suara yang ditimbulkan sangat menganggu, selain itu rata- rata pengguna knalpot racing adalah remaja yang sering mengikuti aksi balap liar. Sehingga kita ambil tindakan untuk melarang penjualan knalpot tersebut secara bebas,” kata Kenedy Kamis 30 Mei 2019.

Himbauan juga dilakukan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta Pertamini untuk tidak memperbolehkan pegendara roda dua yang menggunakan knalpot racing untuk mengisi bahan bakar. 

Loading...

“Kita pasang himbauan di setiap SPBU dan Pertamini di wilayah Karimun untuk tidak menjual BBM kepada pengendara yang menggunakan knalpot racing. Menurut saya ini efektif sekaligus memberikan efek jera kepada pengendara nakal,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menghimbau kepada masyarakat khususnya orang tua untuk ikut berpartisipasi mengawasi anak- anak dalam menggunakan kendaraan, apalagi sampai memodifikasi knalpot.

“Kita himbau kepada masyarakat khususnya orang tua untuk sama- sama mengawasi, jangan sampai anak-anak pergi dari rumah dengan kendaraan lengkap, namun saat di luar dimodifikasi,” ucap Hengky.

Hengky menjelaskan, tindakan dilakukan oleh kepolisian tersebut merupakan bentuk peduli kemanusiaan, supaya pengguna kendaraan dan masyarakat tidak terkena dampak akibat kecerobohan remaja- remaja. (yan)

Loading...
Loading...