Sabtu | 19 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Natuna

HEADLINE

Susi Pudjiastuti Harap Natuna Buat Perda Bongkar Muat di SKPT Selat Lampa

Minggu | 12 Mei 2019 | 22:51

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna secepatnya membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang bongkar muatan kapal di pelabuhan SKPT Selat Lampa.

“Saya minta agar Pemda Natuna segera membuat Perda bongkar muatan disini. Apalagi saat ini kapal dari Jakarta dan Jawa sudah lebih dari tiga ratus kapal yang mencari ikan di laut Natuna. Jadi melalui Perda tersebut Natuna bisa mendapatkan retribusi dan PAD. Disamping itu juga akan ada dan lowongan pekerjaan bagi masyarakat Natuna, “ungkap Menteri Susi di pelabuhan SKPT Selat Lampa Kecamatan Pulau Tiga, Sabtu, 11 Mei 2019 siang.

Dengan adanya Perda tersebut, setiap kapal Indonesia yang mencari ikan di laut Natuna harus bongkar muatan di tempat penampungan ikan (TPI) , Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa.

Menyinggung soal penenggelaman KIA pelaku illegal fishing di laut Natuna, Menteri Susi menyampaikan pada tanggal 11 Mei 2019 dilaksanakan penenggelaman secara serentak di tiga (3) titik berbeda yaitu di Pontianak ada 3 KIA, Belawan 3 KIA dan di Natuna ada 7 KIA yang di tenggelamkan.

“Kenapa kapal KIA ini kita tenggelamkan, pertama agar tidak di beli kembali oleh yang punya. Kedua agar rumpun atau terumbu karang terjaga tidak rusak. Saya pikir itu keputusan yang adil. Mereka curi ikan, kapal mereka kita jadikan rumah ikan supaya ikannya lebih banyak lagi,” terangnya. 

Sementara itu pada 3 Mei 2019 lalu, Pemkab Natuna telah mengusulkan Ranperda Tempat Pelelangan ikan kepada DPRD Natuna, adapun alasan Pemda mengajukan Ranperda tersebut, guna memanfaatkan sumber daya perikanan di Natuna, memberdayakan dan melindungi usaha perikanan, menjamin persaingan usaha yang sehat, serta dalam hal pendataan, pembinaan pengendaliaan dan pemanfaatan sumber daya ikan. (alfian)

Editor :