Senin | 18 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Rancangan KUA PPAS APBD Kota Batam TA 2020 Ditunda

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pembahasan mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Batam tahun anggaran 2020 ditunda.

Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Kota Batam masih menunggu keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri tentang RKPD Provinsi Kepri tahun 2020 yang sampai saat ini masih tahap proses fasilitasi oleh Kemendagri.

Loading...

“Rancangan KUA/PPAS Kota Batam Tahun 2020 ini kita sampaikan dan untuk tindak lanjutnya kita serahkan kepada DPRD Kota Batam. Tapi sampai saat ini belum dapat ditindaklanjuti karena kita masih belum mendapatkan peraturan Gubernur, yaitu tentang RKPD Provinsi Kepri Tahun 2020 dan hingga sekarang masih menunggu,” ucap Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dalam rapat paripurna ke 1 DPRD Kota Batam masa persidangan III tahun sidang 2019, Senin, 17 Juni 2019.

Dijelaskannya, sesuai dengan Pasal 5 ayat (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan RKPD Tahun 2020. Pemko Batam harus menunggu dulu peraturan Gubernur Kepri tentang RKPD Provinsi Kepri tahun 2020 yang saat ini masih tahap proses fasilitasi oleh Kemendagri.

Maka dari itu, mekanismenya perlu diikuti oleh Pemko Batam agar tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2020.

Dalam pidatonya Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa dalam Rencana pendapatan dalam rancangan KUA APBD Kota Batam tahun anggaran 2020 di proyeksikan sebesar Rp 2.854.223.229.019,79.

Loading...

Rencana Pendapatan dalam Rancangan KUA Kota Batam Tahun 2020 diproyeksikan sebesar Rp 2,8 triliun itu dananya berasar dari beberapa sumber diantaranya yakni, Pertama berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. Dimana untuk PAD Kota Batam tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp 1.384.978.640.365,19.

Kedua, Dana Perimbangan. Pendapatan Dana Perimbangan Kota Batam tahun anggaran 2020 ditargetkan sebesar Rp 1.146.981.884,00.

Ketiga, pendapatan lain-lainnya yang sah. Pendapatan Kota Batam yang berasal dari lain-lainnya yang sah di targetkan sebesar Rp 267.263.500.254,6.

Keempat, penerimaan daerah dari sisi pembiayaan. Penerimaan daerah dari sisi pembiayaan pada tahun anggaran 2020 diperkirakan sebesar Rp 55 miliar.

“Adapun target dari penjelasan komponen masing-masing Kota Batam tahun anggaran 2020 serta asumsinya secara rinci telah dituangkan dalam rancangan KUA Kota Batam tahun 2020,” jelas Amsakar.

Lanjutnya, Sedangkan mengenai kebijakan rencana belanja daerah secara umum arah kebijakan yang dilakukan baik itu belanja langsung maupun belanja tidak langsung secara rinci telah dijelaskan pada KUA Kota Batam tahun 2020.

Termasuk juga dengan mengenai kebijakan mengenai pembangunan daerah, kendala yang dihadapi serta strategi dan prioritas pembangunan daerah.

Dalam hal kebijakan penerimaan pembiayaan Kota Batam tahun 2020 nantinya merupakan sisa kas daerah. Disamping itu pembiayaan juga digunakan untuk menutupi defisit biaya anggaran belanja.

“Penjelasan tentang pembiayaan Kota Batam tahun 2020 dapat dilihat pada rancangan KUA Kota Batam tahun 2020,” jelasnya lagi.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto dalam rapat paripurna yang dipimpinya itu mengatakan bahwa berdasarkan ketentuan pasal 93 ayat 2 huruf (a), peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota, maka sebaiknya penyampaian KUA PPAS APBD Kota Batam tahun anggaran 2020 itu dijadwalkan kembali.

“Jadi penyampaian rancangan KUA PPAS APBD Kota Batam ini dijadwalkan kembali oleh Badan Musyawarah dan sudah disepakati oleh para peserta rapat,” pungkasnya. (sal)

Loading...
Loading...