Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

BATAM

DPR RI Datang ke Kepri Bahas Masalah 65 Kontainer Limbah Plastik di Batam

Rabu | 24 Juli 2019 | 9:49

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyata Republik Indonesia (DPR RI) datangi Polda Kepri untuk membahas mengenai 65 kontainer limbah plastik, Selasa, 23 Juli 2019.

Komisi III DPR RI ini dipimpin Ketua Komisi III DPR RI, Demond Junaidi Mahesa. Rombongan disambut Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto yang didampingi Kejati Kepri dan Kepala KPU BC Tipe B Batam.

Kedatangan Komisi III DPR RI ini disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Erlangga melalui rilis yang diterima redaksi mediakepri.co.id.

Penyambutan Komisi III DPR RI diawali dengan Jajar hormat oleh Polwan Polda Kepri, kemudian pemasangan tanjak melayu oleh Kapolda Kepri kepada Ketua Komisi III dan anggota serta disambut dengan tarian persembahan Melayu yang merupakan persembahan atau penghormatan terhadap tamu.

Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan almatsus Polda Kepri, peragaan beladiri Personel Polda Kepri dengan serta menampilkan Tarian Rentak Melayu Seligi Sakti Selanjutnya dilaksanakan Rapat kerja di Graha Lancang Kuning Polda Kepri, untuk membahas tentang ditemukanya 65 Kontainer yang diduga mengandung Bahan berbahaya dan beracun (B3).

Desmond menyebutkan penyambutan yang dilaksanakan di Polda Kepri sangat luar biasa dengan mempersembahkan tarian persembahan Melayu. Hal ini menunjukan Polda Kepri dan jajaran sangat peka dengan kultur Daerah, menghormati budaya lokal merupakan bagian dari pertahanan Nasional yang pokok. Dan penilaian dari kami bahwa pimpinan Polda Kepri hanya dengan satu kata “Luar Biasa”.

Disebutkannya, kunjungan kerja spesifik ini adalah untuk meminta kejelasan tentang keberadaan 65 Kontainer yang dikatakan sampah menurut berita yang beredar, namun menurut pemilik barang itu adalah bahan baku plastik dan dalam proses peraturan ada beberapa Kontainer ditemukan tidak termasuk dalam konteks bahan baku karena mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Tentunya ini harus dikembalikan ketempat asal menurut peraturan Kementerian Perdagangan, tapi menurut hukum melanggar Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup dan harus dilakukan penindakan. Pada pertemuan hari ini dilakukan pengkajian tentang hal tersebut.

Kapolda Kepri menyampaikan bahwa dalam membahas tentang Kontainer yang diduga terdapat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) melaksanakan penyidikan sesuai dengan lingkup kewenangan Undang-Undang yang diberikan kemudian mengkordinasikan nya dengan kepolisian. Dari hasil Asistensi dipelabuhan bahwa proses penanganannya masih dalam kategori Pelanggaran.

Untuk penyidikan dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bea dan Cukai namun tetap berkoordinasi dan dibawah pengawasan dari Kepolisian. (***)

Editor :