Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Kuansing

KUANSING

Kadis Perikanan Keluhkan Minimnya Anggaran Untuk Perawatan

Selasa | 16 Juli 2019 | 23:18

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Febri Komara keluhkan minimnya anggaran untuk perawatan Balai Beni Ikan (BBI) Teso di Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya.

Febri mengatakan kondisi BBI Tesso sudah sangat memperhatinkan. Hal ini, katanya, disebabkan minimnya kucuran dana dari APBD Kuansing untuk anggaran perawatan BBI itu sendiri.

Dikatakannya, Sejak 10 tahun lalu, kegiatan di UPTD minim, hanya ada operasional rutin. Kondisi ini akibat imbas dari  minimnya anggaran untuk perawatan yang ada di Dinas Perikanan. Adapun dana rutin UPTD tahun 2018, katanya, hanya sebesar Rp92 juta.

“Hampir tiap tahun kami mengusulkan anggaran untuk dana perawatan kolam, rehap bangunan dan peningkatan sarana dan prasarana lainnya sampai akhir tahun 2018 lalu, belum disetujui.” ucap Febri saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 16 Juli 2019 Siang.

Alokasi dana rutin UPTD itu, katanya lebih jauh, digunakan untuk gaji honor tenaga harian lepas. Lalu, dana itu juga untuk alat dan bahan perlengkapan pembersihan lokasi, termasuk juga Pakan ikan.

Lebih lanjut Febri mengungkapkan, kolam ikan yang ada saat ini berjumlah 30 unit, dengan ukuran bervariasi. Namun dari jumlah tersebut, tambahnya, hanya ada sekitar 15 unit kolam yang masih dapat digunakan, sedangkan separuhnya lagi tidak layak, karena dalam kondisi rusak parah.

“Saat ini kolam yang ada digunakan untuk kolam indukan, dan kolam pendederan benih,” katanya menerangkan.

Untuk tahun anggaran 2020, menyebutkan, akan mengusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membenahi BBI dan kolam. Dengan begitu, katanya, dapat kembali difungsikan dengan optimal, dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kuansing.

Dijelaskannya, saat ini Induk ikan nila sekitar 400 ekor, jantan 150 dan betina 250 ekor. Dari  indukan itu, katanya, diperkirakan bisa memproduksi sekitar 25 ribu sampai 30 ribu per bulan. Namun sayangnya, ditambahkannya, kondisi ini masih belum maksimal hasilnya, karena indukannya sudah banyak yang berumur tua.

“Anggaran dana rutin tahun 2018 telah direalisasikan untuk UPTD BBI Teso sebesar Rp92 juta, Sedangkan untuk tahun 2019 sudah kita usulkan, dan Alhamdulillah  disetujui anggaran sebesar Rp 114 juta,” pungkasnya. (depriandi)

Editor :