Sabtu | 13 Agustus 2022 |
×

Pencarian

KEPRI

Teknik Pengawetan Daging Qurban Ala Sahabat Nabi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Jika kita lihat sekarang, banyak lembaga-lembaga pengelola qurban yang mengelola hewan qurban dan mengolahnya dalam bentuk kornet.

Hal ini dilakukan supaya ibadah qurban yang dilaksanakan bisa lebih optimal, karena daging qurban yang dikornetkan mempunyai daya tahan waktu yang lebih lama dengan manfaat dan kelebihan yang lebih banyak.

Lalu bagaimana sahabat di masa sahabat dulu? Daging qurban yang dikornetkan mempunyai landasan hukum yang jelas dan didukung oleh banyak ulama karena memang para sahabat pun melakukan hal yang serupa yakni menyimpan daging qurban dengan cara diasinkan, dengan maksud agar dagingnya bertahan lebih lama.

Dalil yang memperbolehkan daging qurban dikornetkan adalah hadits dari Aisyah r.a, Ia berkata, ” Dahulu kami biasa mengasinkan daging udhhiyah (qurban) sehingga kami bawa ke Madinah”. Tiba-tiba Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari.” (HR. Bukhari & Muslim)

Superqurban sebagai inovasi Rumah Zakat dalam pengolahan daging qurban sudah sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh sahabat nabi pada zaman dahulu.

Superqurban menjadi salah satu produk inovasi Rumah Zakat dalam program optimalisasi pelaksanaan Ibadah Qurban dengan mengolah dan mengemas daging Qurban menjadi Kornet dan Rendang. Produk Superqurban mampu menjawab permasalahan pendistribusian daging Qurban sampai ke daerah-daerah pelosok dan terdepan di Nusantara hingga mencapai mancanegara. (r/sal)