Senin | 18 November 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku untuk Pilkada Karimun

KARIMUN

Terkait Minta Dana Urus Kematian, Ini Penjelasan Mantan Bendahara UPTD Moro

Senin | 22 Juli 2019 | 17:30

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sempat diberitakan meminta uang sebesar 1,5 Juta untuk pengurusan dokumen kematian Rofina Nainggolan mantan guru di SD 007 Keban, Moro. Julianti, mantan bendahara UPTD Moro bertemu ahli waris di salah satu restoran dibilangan Meral, Senin 22 Juli 2019.

Dalam pertemuan tersebut, Julianti yang didampingi suaminya, Junaidi, menjelaskan kronologis dana yang sempat disebut dimintanya dihadapan Anuar, suami almahrumah Rofina.

Loading...

“Saya tidak pernah meminta dana seperti yang diberitakan sebelumnya. Saya tidak pernah menerima, serta saya hanya bertemu dengan pak Nuar sekali selama pengurusan. Itu bukan tulisan saya. Saya jelaskan semua ke bapak Anuar, ini miss komunikasi,” jelas Julianti pada pertemuan itu.

Julianti juga menyampaikan, permasalahan ini timbul akibat kelalaian pihak kepala sekolah yang tidak menindak lanjuti dokumen kelengkapan almarhum ke dinas Pendidikan.

“Karena urusan surat-menyurat dan legalisir untuk kematian guru, itu adalah wewenang kepala sekolah, lalu kepala sekolah yang meneruskan ke dinas Pendidikan, bukan di kami lagi (UPTD),” ujar Julianti.

Dirinya juga menuturkan selama hidup almarhum, Julianti mengaku dirinya selalu membantu almarhum jika sedang mengalami kesulitan. Baik dari masalah kesehatan dan ekonomi.

Loading...

“Waktu almarhum sakit, dia tak mau berobat. Saya yang suruh biar mau pergi berobat, kadang uang kalau kurang saya kasih, bahkan sampai saya carikan pinjaman,” ucap Julianti.

BERITA TERKAIT

Mantan Bendahara UPTD Disdik Moro Diduga Minta Rp1,5 Juta untuk Pengurusan Dokumen Kematian Rofina Nainggolan

Diduga Kelalaian Disdik, Oknum Guru yang Telah Meninggal Terhutang Rp51 Juta

Ia menambahkan, sejak Desember tahun 2015 dirinya sudah tidak menjabat sebagai bendahara di UPTD Moro.”Katanya saya ada minta uang 1,5 juta di bulan Januari 2016, sementara tahun 2015 bulan Desember saya sudah tidak menjabat jadi bendahara,” katanya.

Di tempat yang sama, Anuar memerima penjelasan yang disampaiakan Mantan Bendahara UPTD Dinas pendidikan kecamatan Moro itu.

“Iya, saya terima penjelasan ini, keluarga saya mungkin salah dalam penyampaian. Semoga masalah ini tidak terulang, saya hanya berharap masalah hutang yang dibebankan kepada kami ini, bisa selesai secepat mungkin,” ucap Anuar.

Dengan adanya pertemuan tersebut, kedua belah pihal sepakat tidak memperpanjang permasalahan yang sebelumnya sempat viral di media. Julianti juga mengatakan akan membantu Anuar untuk mendapatkan kebali haknya. (yan)

Editor :

Loading...
Loading...