Senin | 25 Januari 2021 |
×

Pencarian

KARIMUN

Berebut Kursi Pimpinan DPRD, Ketua DPD Golkar Karimun di ‘Warning’

MEDIAKERPI.CO.ID, Karimun – Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Karimun yang baru, masa bakti 2019-2024  bakal segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Pelantikan inipun mulai ramai diperbincangkan berbagai elemen masyarakat. Salah satu yang terhangat mengenai pucuk pimpinan legislatif.

Loading...

Pada pemilu legislatif lalu, Golkar meraih suara terbanyak dari hampir semua dapil. Tentunya, pimpinan DPRD diusung oleh partai berlambang pohon beringin itu.

Menjelang pelantikan, sosok Muhammad Yusuf Sirat digadang-gadang sebagai kandidat kuat sebagai ketua DPRD, padahal politisi dari dapil 4 (Meral, Meral Barat, Tebing) itu hanya memperoleh suara dengan uratan ke empat, sementara, suara terbanyak diraih oleh rekan separtainya.

Sebelumnya Muhammad Yusuf Sirat menjabat sebagai anggota DPRD dari proses Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Anwar Hasyim. Dan, MYS juga ditunjuk oleh DPD Golkar Karimun sebagai Ketua menggantikan M Asyura hingga akhir masa jabatan 2019.

Seakan tidak ingin melepaskan jabatan sebagai pimpinan dewan, MYS dikabarkan ingin merebut kembali kursi pimpinan DPRD Karimun meskipun hanya meraih suara sebanyak 1.853 suara dari dapil 4 (meral,tebing).

Loading...

Itu terlihat dari banyaknya dukungan dari sejumlah kalangan masyarakat yang seakan digiring di media massa. Hal inipun mendapat sorotan dari sejumlah kritikus pemerintahan, salah satunya dari Edy SP, penggiat anti korupsi yang tergabung dalam aliansi indonesia.

Edy menilai jika MYS seakan memaksakan diri, meskipun meraih perolehan suara yang cukup kecil dibanding rekan separtainya.

“Jangan terlalu memaksakan diri, rekan separtainya yang satu dapil saja meraih 3.592 suara masih santai saja tuh. Kemarin beliau bisa berbangga hati, dari anggota PAW menjadi pimpinan. Jika saat ini jangan memaksa, ini bukan PAW lagi,” kata Edy dibilangan Jalan Poros, Selasa 27 Agustus 2019.

Dirinya juga mengingatkan ketua Golkar DPD Karimun yang juga selaku Bupati setempat. Ia berpesan agar Aunur Rafiq tidak gegabah, serta tidak melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah Republik Indonesia dalam mengambil sikap pengajuan pimpinan DPRD.

“Ketua DPD Golkar Karimun jangan mengesampingkan PP Nomor 25 Tahun 2004 tentang peraturan dan tata tertib DPRD. Dalam pasal 14 ayat 1, pasal 13 ayat 1, pasal 12 ayat 1 dan 2 sudah sangat jelas mengatur terkait pimpinan DPRD. Jika kurang jelas, masih tertera dalam PP Nomor 12 Tahun 2018. Intinya, yang menjadi ketua DPRD ialah Anggota DPRD yang berasal dari partai politik yang memperoleh suara terbanyak di DPRD,” paparnya.

Di partai Golkar sendiri, ada sejumlah anggota DPRD yang meraih suara terbanyak selain MYS, yakni; 1. Kang Hap Tjua alias Herman (akam) dengan suara 3.592, 2. Sulistina dengan perolehan 2.815 suara, dilanjut Samsul dengan 2.390 suara, sementara M Yusuf Sirat sendiri hanya memperoleh sebanyak 1.853 suara. (yan)

Loading...
Loading...