Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Natuna

NATUNA

Di Natuna, Lapangan Kerja Lebih Mendesak dari Kartu Prakerja?

Selasa | 06 Agustus 2019 | 1:00

MEDIAKEPRI.CO.ID,NATUNA- Dalam kampanye pada Pemilihan Presiden Tahun 2019, Presiden Joko Widodo mengumbar program andalannya, yakni “Kartu Sakti” untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
 
Dari tiga kartu yang dijanjikan Jokowi, program Kartu Pra Kerja merupakan yang terbaru. Sementara Kartu Indonesia Sehat saat ini sudah berjalan melalui BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Pintar kuliah merupakan modifikasi program sebelumnya. 

Diketahui dari berbagai sumber, Kartu Pra Kerja bakal berbentuk formulir yang merupakan identitas bagi lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi untuk bisa mendapat pelatihan keterampilan dan pendidikan vokasional dari pemerintah secara ‘cuma-cuma’. Setelah itu, para pemegang kartu yang sudah lulus pendidikan tambahan akan disalurkan ke industri. 

Namun, kemudian muncul pertanyaan masyarakat, lantas apakah kartu pra kerja bakal menjadi “obat”, ditengah kesakitan pencari kerja yang sulit mencari lapangan kerja ?.

Di Kabupaten Natuna misalnya, jumlah antara pencari kerja atau pengangguran masih tak sebanding dengan lapangan kerja, hal ini disebabkan masih minimnya Investasi usaha dan pembangunan industri padat karya di Natuna.

Dalam katalog Statistik Ketenagakerjaan Tahun 2017 yang dipublis oleh Badan Pusat Statistik Natuna, diketahui pada bulan Agustus Tahun 2017 jumlah pengangguran di Natuna mencapai 1503 orang. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka(TPT) sebesar 4,07 persen.

Data tersebut dapat berubah mengikuti dinamika pembangunan, ekonomi dan sosial di Kabupaten Natuna.

Menanggapi Program Kartu Pra Kerja yang ditawarkan Presiden Jokowi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Natuna, Hussyaini, memandang program yang ditawarkan Presiden sudah cukup baik, namun, seharusnya dapat diimbangi dengan membuka lapangan pekerjaan.

“Kita maunya pemerintah pusat juga menyeimbangkan lapangan pekerjaan dengan para pencari kerja, ” kata Hussyaini belum lama ini.

Lanjut Hussyaini, Pemkab Natuna melalui Disnakertrans Natuna juga telah memberikan pelatihan maupun pendidikan vokasional bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Padang.

“Kita Daerah menyediakan SDM nya, ya kita harap ada investor masuk, jadi akan membuka usaha dan menyerap tenaga kerja kita,” tuturnya.

Pada permasalahan ini, seharusnya Pemerintah Pusat lebih fokus mengatur siasat untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin, ketimbang sibuk dengan program vokasi. Mengingat, saat ini pendidikan Vokasional juga bisa didapatkan dari daerah melalui Balai Latihan Kerja.

Seperti dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Natuna yang telah menggelar berbagai pelatihan, dari hasil bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja dari daerah lain. (alfian)

Editor :