Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

KUANSING

Hutan Lindung di Bukit Betabuh Dijarah, BPPH LHK Segera Lapor Kemenhut

Rabu | 07 Agustus 2019 | 12:41

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taluk Kuantan – Pembalakan liar di kawasan hutan lindung, Bukit Betabuh, Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) berjalan mulus.

Pembalakan ini menjadi topik cukup serius bagi masyarakat adat Lubuk Jambi Gajah Tunggal baru baru ini. Begitu gerahnya dengan aktivitas ini, akan berbuntut panjang hingga ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Tidak hanya masyarakat adat, persoalan tersebut juga menjadi perhatian serius pihak Penegak hukum (Gakkum) dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPH LHK) Seksi Wilayah II Pekanbaru.

Safri Hendra, BPPH LHK Seksi Wilayah II Pekanbaru mengatakan aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh itu, Dalam waktu dekat ini akan kita laporkan ke Kemenhut.

Safri menjelaskan, pihaknya tengah melengkapi berkas laporan yang akan diajukan ke Kementerian Kehutanan.

“Kita akan melaporkan, seperti apa kondisi terkini di lapangan. Sesuai dengan laporan masyarakat adat Lubuk Jambi beberapa hari yang lalu,” katanya ketika dikonfirmasi media, Senin 5 Agustus 2019.

Dikatakannya, laporan tersebut diusahakan secepatnya diserahkan ke Kementerian Kehutanan. Kalau masih dijumpai adanya aktivitas pembalakan liar tersebut dilokasi, katanya, akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku, maupun pemodalnya.

Lebih jauh dikatakannya, sebelumnya sudah pernah membicarakan tentang persoalan pembalakan liar tersebut dengan ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA), Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kuantan Singingi, Pebri Mahmud, Datuk Malakewi.

Ketua MKA Kuansing tersebut sangat mendukung, atas dilaporkannya aktivitas ilegal logging tersebut ke Kemenhut, supaya pembabatan hutan lindung Bukit Betabuh dihentikan.

Masih ditambahkan Safri, setelah laporan tersebut diterima oleh Kemenhut nantinya, akan menunggu arahan selanjutnya dari Kemenhut.

“Ya, tergantung arahan dari Kemenhut nanti seperti apa. Yang jelas kita laporkan dulu kondisi terkini ke Kemenhut,” ujarnya singkat (depriandi)

Editor :