Senin | 18 Januari 2021 |
×

Pencarian

KARIMUN

Karantina Karimun Ekspor 22 Ton Kulit Kayu Bakau ke Filipina

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun melepas ekspor kulit kayu Bakau ke Filipina, Ahad, 18 Agustus 2019.

PT Pulau Mas Moro yang berada di kampung Ladi, Kelurahan Moro Timur, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun sebagai eksportirnya.

Loading...

Pelepasan ekspor kayu bakau tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Karantina Karimun, Priyadi didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karimun, Hurnaini di PT Pulau Mas Moro.

Ekspor kulit kayu bakau perdana ke negeri Gajah ini, PT Pulau Mas Moro mengekspor sebanyak 22 ton. Pelepasan ini, menggenapkan total ekspor produk yang masuk dalam program ‘Agro Gemilang’ itu sebanyak 131 ton menuju Filipina sepanjang tahun 2019.

“Program ‘Agro Gemilang’ di Karimun membuahkan hasil, menggiatkan pelaku agribisnis baru untuk produk ekspor baru selain kelapa yang menjadi komoditas unggulan di Karimun,” kata Kepala Badan Karantina (Barantan) Kementerian Pertanian, Ali Jamil.

Pihaknya memastikan, untuk proses yang dilakukan produk tersebut aman dan sesuai dengan persyaratan ekspor menuju negara tujuan, yakni negara Filipina.

Loading...

“Kami pastikan komoditas ini sehat, aman dan dapat memenuhi persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS)” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Pertanian kelas II Tanjungbalai Karimun, Priyadi menyampaikan, pelepasan ekspor kulit pohon bakau tersebut menambah daftar sirkulasi ekspor produk tumbuhan menuju negara tetangga dengan nilai ekspor mencapai Rp. 43,8 miliar.

“Sesuai data Perkarantinaan, data ekspor produk tumbuhan sepanjang tahun 2019 sebanyak 3.418 ton dengan nilai Rp. 43,8 Milyar. Diantaranya ekspor Air Kelapa, Bungkil Kelapa, Alpukat, Kencur, Damar, dan Kelapa Bulat,” ujar Priyadi.

Sedangkan, untuk jenis produk kulit kayu bakau di Kabupaten Karimun Ekspor ini mencapai nilai sebesar Rp. 6 Milyar sepanjang tahun 2019.

Sementara Asisten III Pemkab Karimun Husnaini menjelaskan, Produk Kulit kayu bakau merupakan salah satu potensi pertanian yang ada di Kabupaten Karimun.

“Potensi produk pertanian di Kabupaten Karimun sangat banyak, pada tahun 2018 mencapai nilai ekonomis mencapai Rp. 40 milyar lebih,” kata Hurnaini.

Sedangkan produk pertanian nanas untuk di Karimun bisa menghasilkan 20 ton perminggu. Dari 68 Hektar lahan yang ada di Pulau Kundur. (yan)

Loading...
Loading...