Selasa | 12 November 2019 |
pemkab lingga
×

Pencarian

Kandidatku untuk Pilkada Lingga

LINGGA

Kepri Bersih Tanpa Sampah, WCD Lingga Ajak Pelajar Peduli Lingkungan

Sabtu | 10 Agustus 2019 | 21:23

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – World Cleanup Day (WCD) Lingga mengajak pelajar SMAN 2 Lingga Timur untuk peduli terhadap lingkungan, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Kepri Bersih Tanpa Sampah’ ini untuk membangkitkan semangat para pelajar untuk berpartisipasi dalam memerangi bahaya sampah bagi lingkungan.

Rasyid Maulana, Devisi Mapping Team WCD Kabupaten Lingga mengatakan isu sampah akhir-akhir ini menjadi sorotan banyak orang. Berbagai aksi dan gerakan positif mulai bermunculan. Salah satunya gerakan World Cleanup Day. Gerakan global ini bertujuan memerangi masalah sampah.

Kegiatan Core Team WCD Kabupaten Lingga yang dibentuk tanggal 8 Agustus 2019 lalu ini ke pelajar ini dalam rangka sosialisasi WCD 2019 yang akan dilaksanakan pada 21 September 2019.

“WCD atau World Cleanup Day adalah sebuah gerakan bersih-bersih yang akan dilaksanakan secara serentak di 158 negara termasuk di Indonesia,” katanya seraya menambahkan Kabupaten Lingga pun tak mau ketinggalan untuk ikut berpartisipasi dalam agenda besar tersebut untuk kali kedua pada tahun ini.

Dijelaskannya, laporan penelitian yang ditebitkan Sciencemag pada Februari 2015 lalu, disebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dunia, sebagai penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filiphina, Vietnam, dan Srilanka.

“Nah Lingga sebagai bagian dari Indonesia juga harus mulai sadar akan dampak bahayanya sampah untuk keberlangusngan hidup. Sampah, seperti plastic, stereofoam dan samaph yang tidak dapat diurai secara alami tentunya akan merusak lingkungan dan ekosistem.” Paparnya lagi.

Tujuan dilakukan sosialisasi gerakan ini ke sekeolah yang diawali di SMA Negeri 2 Lingga Timur adalah untuk mengajak pelajar ikut dalam gerakan ini dan membangkitkan kesadaran tentang peduli lingkungan.

Untuk hal yang paling sederhana, katanya menambahkan, dimulai dari kebiasaan membawa botol minum sendiri dari rumah dan membawa tas belanja untuk mengurangi komsumsi kantong plastik dan kemasan plastik.

Dalam acara tersebut, para siswa terlihat antusias dengan materi yang diberika pleh pemateri. Selain diberikan materi, para siswa juga diberikan games manarik.

Diharapkannya dengan diadakannya sosialisasi ini semakin ramai yang bergabung digerakan ini dan sadar akan bahaya akan sampah. Selain turun langsung ke lapangan mejelang 21 September 2019 nanti, gerakan ini juga dipromosikan di berbagai media social dengan tagar #kami13juta. (r/bran)

Editor :