Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Polisi Mencari Bukti-bukti Terkait Kematian Aurellia Calon Pengibar Bendera

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanggerang – Polres Tangerang Selatan (Tangsel) masih mendalami penyebab kematian calon Pasukan Pengibar Bendera, Aurellia Qurratuaini. Meskipun, pihak keluarga hingga kini belum membuat laporan polisi.

Polisi mencari bukti-bukti dan saksi kematian Aurellia. Ini untuk menelusuri dugaan adanya kekerasan yang dialami Aurellia saat menjalani pelatihan.

Loading...

“Kita kumpulkan dulu fakta-faktanya ya, apakah ada unsur pidana atau tidak. Ini masih kita dalami, betul atau tidaknya (dugaan kekerasan hingga akhirnya meninggal dunia),” ujarnya.

Sebelumnya, Aurellia Qurratuaini, calon Pasukan Pengibar Bendera Kota Tangerang Selatan meninggal dunia. Keluarga menemukan sejumlah bekas luka di tubuh almarhumah. Faried Abdurrahman, ayah dari Aurellia menegaskan belum berniat membawa persoalan kematian anaknya ke ranah hukum.

“Statemen yang saya sampaikan bahwa saya dan keluarga sampai saat ini tidak berencana untuk melakukan langkah hukum terhadap yang berwenang, baik Pemkot Tangsel dalam hal ini Dispora maupun pelatih dan para senior purna paskibraka untuk melanjutkan mereka ke proses hukum,” kata Faried di rumah duka, Perumahan Taman Royal 2, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu 3 Agustus 2019

Meski diakuinya, ada sejumlah luka lebam pada anggota tubuh putri pertamanya itu, yang disebabkan dari pelatihan Capaska yang diikuti selama 22 hari, sejak tanggal 9 sampai 31 Juli.

Loading...

Hal tersebut, lanjut Faried dengan mempertimbangkan kecintaan keluarga dan orang tua terhadap putrinya itu. “Dengan pertimbangan bahwa kami sangat cinta dengan anak kami,” ucap dia.

Namun begitu, Faried berharap adanya evaluasi menyeluruh dalam proses latihan Capaska tingkat Kota Tangsel, yang saat ini tengah berlangsung hingga Sabtu 17 Agustus 2019 mendatang.

“Kami hanya ingin adanya perubahan pola yang diterapkan, yang menurut kami harusnya itu tidak sewajarnya untuk dilakukan kepada seorang Paskibraka pengibar bendera Indonesia tingkat Pelajar,” ucapnya. (***)

sumber:merdeka .com

Loading...
Loading...