Rabu | 02 Desember 2020 |
×

Pencarian

BINTAN

Sejak Pagi, SPBU Kilometer 16 Bintan Dipenuhi Antrian Sejumlah Kendaraan Berbahan Bakar Solar

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Puluhan kendaraan berbahan bakar Solar mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kilometer 16, Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin, 26 Agustus 2019 siang.

Antrean panjang kendaraan berbahan bakar solar ini, terlihat mulai dari depan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bintan hingga SPBU Kilometer 16 Toapaya Selatan.

Loading...

Bahkan berdasarkan informasi yang didapatkan di lapangan, sejumlah mobil berbahan bakar solar sudah mulai mengantre sejak pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) hingga bahan bakar solar tiba di SPBU.

“Kalau yang saya perhatikan sejak pagi pukul 07.00 WIB tadi sudah tampak antre.

Tapi kan tidak sepanjang saat ini,” ucap Dadang, pedagang di pinggir jalan tidak jauh dari SPBU Kilometer 16.

Sementara itu, seorang supir mobil truk pasir, Marwan menuturkan, dirinya baru saja datang dari daerah kilomter 9.

Loading...

Karena bahan bakar solarnya habis, dia langsung mengantre.

“Saya sudah sering mengisi solar di sini.

Karena setiap hari solar pasti ada.

Jadi saya langsung kemari saja kalau saya hendak mengisi solar,” ucap Marwan.

Sementara itu, saat disinggung apakah di SPBU tempat lain, solar sedang kosong sehingga dia beralih ke SPBU di Kilometer 16 , Marwan mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tau kalau soal itu, Pak.

Saya sering mengisi solarnya di sini.

Karena itu saya ikut antre,” tutur Marwan.

Di tempat terpisah, pengawas SPBU Toapaya Selatan, Kilomter 16, Deni menuturkan, bahan bakar solar memang baru datang sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum solar tiba di SPBU, memang sejumlah kendaraan berbahan bakar solar sudah mengantre.

Bahan bakar solar di SPBU ini memang setiap hari selalu ada.

Namun, pengantaran bahan bakarnya tidak selalu dilakukan pada pagi hari; terkadang pada siang dan sore hari.

“Karena kan tripnya gantian dengan SPBU lainya.

Soalnya tidak bisa kita yang masuk pagi terus solarnya,” tutur Deni.

Deni juga menuturkan, bahan bakar solar dan bensin didistribusikan dari depot Kijang.

Sedangkan, bahan bakar pertamax, dexlite, pertalite itu didistribusikan dari depot Tanjunguban.

“Kalau pendistribusian sebenarnya tidak ada kendala terhadap masalah jauh dekatnya.

Tetapi pendistribusian itu tripnya bergantian.

Bisa jadi nanti di SPBU ini tripnya ke tiga sekitar pukul 1400 WIB baru masuk,” ujar Deni.

Deni juga menyebutkan, sampai sejauh ini bahan bakar pertamax, dexlite, pertalite itu masih berjalan lancar.

Begitulah juga bahan bakar premium masih aman.

“Tetapi kalau bahan bakar solar memang cepat habis.

Sebab SPBU ini memang jalur lintas kendaraan truk dan bus yang berbahan bakar solar dengan tujuan hendak menuju Uban, Trikora dan lainya, sehingga cepat habis,” ucap deni.

Deni memberitahu, kuota bahan bakar solar setiap harinya memang diberikan 10 ton (10.000 liter) solar.

“Tetapi tidak setiap harinya diberikan 10 ton.

Hanya Senin dan Sabtu saja diberikan 10 ton per hari.

Sedangkan di Selasa hingga Jumat itu hanya diberikan 8 ton saja per hari,” sebut Deni.

Dia juga menambahkan, pendistribusian bensin dilakukan secara bergantian atau dengan cara trip.

Karena kendaraan yang menyuplai 10 SPBU yang ada di Tanjungpinang dan Bintan itu hanya ada 5 kendaraan.

Ada satu kendaraan untuk ukuran bahan bakar 10 ton dan empat kendaraan untuk ukuran bahan bakar 8 ton.

“Nah 5 kendaraan inilah yang menyuplai kebutuhan bahan bakar di 10 SPBU di Tanjungpinang dan Bintan.

Karena itu, tripnya harus bergantian,” tegas Deni. (***)

Loading...
Loading...