Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

Arthur, Presiden Anti Perbudakan yang Gantikan James Garfield saat Tewas Ditembak

Jumat | 20 September 2019 | 1:02

MEDIAKEPRI.CO.ID – Chester Alan Arthur, lahir di Fairfield, Vermont, 5 Oktober 1829. Ia meninggal dunia di New York, New York, 18 November 1886 pada umur 57 tahun.

Chester Arthur, seorang politikus Amerika yang menjabat Presiden Amerika Serikat yang ke-21. Ia menjabat sebagai orang nomor satu di Amerika itu dari tahun 1881 hingga tahun 1885.

Sebelum menjabat sebagai presiden, ia adalah Wakil Presiden di bawah Presiden James Garfield. Ia diangkat menjadi presiden pada 19 September 1881.

Ketika itu, James Garfield meninggal dunia. Adapun penyebab kematiannya adalah akibat luka tembak.

Arthur, sebelum menjabat menjadi Presiden, ia pernah menjadi guru. Selain itu, ia juga pernah tercatat sebagai seorang pengacara yang sukses.

Adapun karir lainnya, yakni penegak Partai Republik di negara bagian New York, pembentuk tentara rakyat di negara bagian New York (pada permulaan Perang Saudara Amerika).

Selanjutnya, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Perlengkapan (pengurus perlengkapan tentara untuk medan pertempuran), dan Kepala Jawatan Bea Cukai di New York (mengurus penarikan tiga-perempat dari seluruh uang cukai di New York yang diterima Pemerintah Federal).

Presiden Chester Arthur sangat menentang perbudakan. Pada 1853, sewaktu ia menjalankan praktik hukum di New York, ia membela perkara seorang budak belian yang lari.

Saat itu, ia mengatakan bahwa semua budak belian yang dibawa melalui negara bagian New York, sudah menjadi bebas dari perbudakan.

Dan dua tahun kemudian, ia menang dalam sebuah perkara mengenai hak orang Negro, dan sebagai akibatnya ditetapkan undang-undang bahwa orang Negro di dalam trem, harus diperlakukan seperti orang kulit putih. (wikipedia.org)

Editor :