Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

Di Pameran Pan American, Presiden Amerika Ini Ditembak Mati Seorang Anarkis

Sabtu | 14 September 2019 | 2:23

MEDIAKEPRI.CO.ID – William McKinley, Jr, lahir di Niles, Ohio, 29 Januari 1843 adalah Presiden Amerika Serikat ke-25. Ia memenjabat posisi orang nomor satu ini mulai 1897 hingga 1901.

Ia dibunuh oleh seorang anarkis. McKinley berasal dari partai Republik. Ia mula-mula didampingi oleh Wakil Presiden Garret A. Hobart dan lalu Theodore Roosevelt.

Pada masa pemerintahannya, ia mengembangkan imperialisme Amerika dengan menguasai Hawaii dan Kuba.

William McKinley dilahirkan pada 29 Januari 1843 di Niles, Ohio dan merupakan anak ketujuh dari sembilan saudara.

Pada usia 17 tahun ia masuk perguruan tinggi, namun terpaksa meninggalkan bangku kuliah tak lama setelah itu dikarenakan kesehatannya yang kurang baik.

Ia akhirnya berprofesi sebagai pengajar. Ketika Perang Saudara Amerika pecah pada 1861, McKinley yang berusia 18 tahun masuk tentara dan berjuang di Virginia Barat dan akhirnya ia diangkat menjadi Letnan Dua.

Setelah Perang Saudara berakhir, William McKinley belajar hukum di sebuah kantor selama satu tahun, dan melanjutkan kuliah selama beberapa tahun di Sekolah Hukum.

Dalam usia 24 tahun iapun membuka praktik hukum. Pada usia 34 tahun McKinley memperoleh jabatan di Kongres.

Kepribadiannya yang menarik, wataknya yang sopan, serta kecerdasannya menyebabkan ia naik dengan cepat. la bertugas di Kongres selama 14 tahun dan kemudian ia menjadi Gubemur negara bagian Ohio selama dua masa jabatan.

William McKinley menjadi calon Presiden dari Partai Republik dalam pemilihan 1896, berkat dukungan seorang temannya yang kaya, ia memenangkan lebih dari tujuh juta suara dari jumlah suara hampir 14 juta.

Pemerintahan Presiden McKinley sibuk dengan kegiatan-kegiatan di bidang politik luar negeri. Di bawah pemerintahannya, Amerika untuk pertama kali memperoleh daerah-daerah di luar negeri, yaitu Filipina, Guam, dan Puerto Rico.

Ini merupakan hasil Perang Seratus Hari pada 1898 antara Amerika Serikat dan Spanyol. Perang ini timbul karena Amerika ingin membantu Kuba memperoleh kemerdekaannya dari Spanyol. Dalam perang seratus hari itu, Amerika menghancurkan armada Spanyol di luar pelabuhan Santiago di Kuba.

Sesuai dengan perjanjian perdamaian, Spanyol meninggalkan Kuba dan menyerahkan Puerto Rico, Guam dan Filipina kepada Amerika. Presiden William McKinley dipilih lagi untuk masa jabatannya yang kedua pada 1900.

Enam bulan setelah pelantikannya yang kedua, ia mengunjungi pameran Pan American di Buffalo, New York. Di tempat ini, ketika ia sedang menghadiri sebuah resepsi, ia ditembak. Ia meninggal dunia seminggu kemudian. (wikipedia.org)

Editor :