Selasa | 15 Oktober 2019 |
pemkab lingga
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Lingga

LINGGA

Ingin Kesejahteraan KAT Lebih Baik, Ketua Yayasan Kajang Datangi Dirjen Komunitas Adat Terpencil RI

Senin | 16 September 2019 | 20:01

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Ketua Yayasan Kajang Lingga Lensi Fluzianti didampingi Seksi Budaya Sejarah Wawan Daek disambut Direktorat Jendral Komunitas Adat Terpencil Republik Indonesia Laode Taufik di ruang kerjanya, di Jakarta Kamis 12 September 2019.

Kunjungan tersebut dalam rangka audiensi sekaligus menyampaikan hasil penelitian dari sejumlah Universitas yang didampingi Yayasan Kajang Lingga terhadap Komunitas Adat Terpencil yang ada di Kabupaten Lingga.

Ketua Yayasan Kajang Lingga Lensy Fluzianti mengatakan kehadiran Yayasan Kajang Lingga ke Dirjen KAT RI, sekaligus menyampaikan data-data Komunitas adat terpencil di Kabupaten Lingga. Dan menyampaikan hasil kerja Yayasan selama dari tahun 2014 sampai 2019.

“Dan menyampaikan hasil penelitian-penelitian yang sudah Yayasan dampingi selama ini. Baik dari mahasiswa Tailand. Universitas UNRI, dari Universitas Negeri Medan, Universitas Indonesia,dan yayasan Jogja,” ujarnya kepada mediakepri.co.id Senin 16 September 2019.

Dikatakan, yayasan ingin agar Komunitas Adat Terpencil yang ada di Kabupaten Lingga diperhatikan kusus. Baik dari pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya nya Agar mereka hidup lebih baik lagi.

Lebih lanjut, kata Lensy Fluzianti, kunjungan ke Direktorat Jendral Komunitas Adat terpencil Republik Indonesia, Yayasan di dampingi oleh tim peneliti dari , Chulalongkorn University Saudara Wengky Ariando.

“Dan kami Audiensi langsung di ruang kerja Direktorat Jendral Komunitas Adat Terpencil Republik Indonesia Bapak Laode Taufik Nuradin dan staf Kearipan lokal suku laut yg harus di jaga ,jangan sampai hilang,”ujarnya.

Senada dengan Lensy, Seksi Budaya dan Sejarah Yayasan Kajang Lingga, Wawan Daek mengatakan kedatangan Yayasan disambut hangat.

Ketua yayasan kajang Densy Diaz bersama.wawa Daek berfoto bersama Dirjen Komunitas Adat terpencil Laode Taufik

Dalam kunjungan tersebut, Wawan Daek menyampaikan sambutan Laode Taufik. Dikatakan sampai hari ini Dirjen pemberdayaan KAT belum ada menerima usulan-usulan program. Data di lapangan khususnya KAT dari daerah Provinsi/kabupaten yaitu dr dinas terkait Dinsos.Justru mereka menunggu baru bisa di sinergikan dengan program di pusat.

Lebih lanjut, Wawan menyampaikan sambuta Dirjen KAT RI Laode Taufik, permasalahan daerah yang pasti pemerintah daerah yang mestinya lebih paham dan di buat solusi-solusi sesuai di lapangan.

“Dia menambahkn lagi harus ada pengakuan khusus baik dari segi budaya sejarah terhadap masyarakat suku laut yang harus di Perdakan dari pemerintah dan lembaga-lembaga di daerah,yg sesuai, tidak bertentangan dengan undang-undang,”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, kearifan lokal masyarakat suku laut itu harus di jaga jangan sampai punah. Merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakt bahkan negara. “Yang pasti Dirjen menyambut baik terhadap yayasan kajang sebgai mitra kerja Dinsos,”ujarnya.

Tambahan dasar referensi dari usulan Yayasan Kajang, yaln
Pengakuan Hak sebgai bagian dari Masyarakat Hukum Adat sesuai dengan peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 52 tahun 2014 tentang pedoman dan pengakuan MHA. Dan undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau kecil.

“Dirjen sekarang ini mereka menjalankan program sesuai dengan nawa cita Jokowi. Indonesia sebagai poros maritim dunia, termasuk Kepri sebagai pintu gerbang yang berhadapan lansung dengan negara tetangga dan perairan laut cina selatan,” ujarnya. (bran)

Editor :