Selasa | 15 Oktober 2019 |
pemkab lingga
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Lingga

HEADLINE

Melirik Semangat Aziz Martindaz Kembangkan Persepakbolaan di Lingga

Senin | 16 September 2019 | 1:40

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Setelah terpilih secara aklamasi, Aziz Martindaz resmi memimpin Kepengurusan Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak bola seluruh Indonesia (ASKAB PSSI ) Lingga.

Usai dilantik Wakil Ketua Asprov PSSI, Drs Maifrizon, Aziz Martindaz punya waktu lebih kurang tiga tahun ke depan atau hingga 2022 mendatang untuk mengembangkan dunia sepak bola di Lingga.

Kepengurusan baru ini menjadi sejarah baru untuk ajang olahraga persepakbolaan di negri Bunda Tanah Melayu Daik Lingga. Sejak lama terhenti, alias vakum, kini ajang olah raga bola bergengsi di Kabupaten Lingga mulai dibuka Kembali.

Begitu banyak harapan besar, baik masyarakat yang pecinta bola maupun penikmat bola di Lingga. Mereka menaruh keinginan yang lebih kepada pengurus dibawah kepemimpinan Aziz Martindaz yang juga sebagai anggota DPRD terpilih periode 2019 SD 2024.

Sejak terpilih secara aklamasi, Aziz Martindaz tentu sudah mengantongi sejumlah program untuk meningkatkan prestasi sepak bola di Lingga. Dan begitu dilantik, aura kemajuan sepak bola mulai tersibak.

Organisasi yang telah lama vakum ini, tentu setelah terbentuknya Askab PSSI Lingga, Aziz Martindaz berkewajiban menata kembali infrastruktur yang menunjang berjalannya PSSI.

Disamping program kerja PSSI yang terukur dan terncana, sehingga tercapai keinginan dan harapan untuk menuju prestasi persepakbolaan Kabupaten Lingga yang profesional.

Sekaligus rakerda dan pembukaan turnamen PSSI cup 1 Lingga. Sebagai wadah yang mewadahi club atau kesebelasan sepak bola di Kabupaten Lingga.

Turnamen PSSI cup 1 lingga, satu wadah yang dicanangkan untuk membangkitkan gairah persepakbolaan. Melalui agenda ini mampu dijadikan wadah yang mewadahi club atau kesebelasan sepak bola di Kabupaten Lingga.

Dikatakan Aziz dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Lingga hanya 9 kecamatan yang mampu mengirimkan peserta. Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem formulasi setengah kompetisi pertandingan atau sistem gugur.

Dalam turnamen ini, grup akan dibagi menjadi empat, yakniA, B, C dan D. Dimana masing-masing grup akan diisi 5 club, yang masing-masing kecamatan berdasarkan hasil undian penempatan grup.

Umur yang ditetapkan dari umur 16 tahun sampai dengan 25 tahun karna dimasa ini merupakan usia yang produktif untuk mengejar prestasi sepak bola.

Dalam rancangan Ketua Askab PSSI Lingga cup 1 ini merupakan ajang seleksi untuk mencari 8 club terbaik yang lulus kualifikasi. Dimana akan diadakan turnamen lanjutan di tahun 2020, liga Lingga satu atau disingkat LL1. Sistem kompetisi penuh home away yakni mMain kandang dan tandang sebagai program berkelanjutan.

Aziz mengatakan kegiatan ini belum ada tersentuh sedikitpun anggaran dari pemerintah daerah. Melainkan berkat dukungan masyarakat Lingga, partispasi masyarakat, kita memberikan kesempatan kepada Askab melakukan yang terbaik.

Untuk itu, katanya, terimakasih kepada seluruh panitia yang telah mencurah, baik pemikiran maupun tenaga mencurahkan kemajuan Kabupaten khususnya ibukota Daik Lingga.

Sebagai pemegang mandat, dirinya berkomitmen akan bekerja cerdas serta ikhlas tidak mengedepankan anggaran sebagai prioritas.

Pengurus Askab PSSI dibawah kepemimpinan Aziz Martindaz dilantik

Tidak lupa Aziz mengucapkan ribuan terimakasih kepada Lurah Daik, karana sudah membantu mensukseskan acara turnamen ini. Mudah mudahan kedepan dapat bekerjasama lebih baik lagi.

Selain itu, tidak lupa ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada para donatur demi terselenggaranya iven ini, serta para pelajar SMP maupun SMA yang ikut berpartisipasi.

Kedepan dengan memajukan persepakbolaan, tentu Askab berharap pemerintah daerah dan steak holder serta komponen masyarakat yang terlibat.

Lebih jauh dikatakannya, bukan tidak mungkin ajang sepak bola ini menjadi nilai tambah, baik club, wasit , pedagang, maunpun penyedia jasa transportasi.

Sebagai olahraga yang kompetitif sehingga kedepan akan beroreantasi profit dengan melibatkan masyarakat sebagai konsumtif penikmat olahraga sepakbola.

Oleh karna itu, tambahnya, untuk merangsang dari impian ini dibutuh dukungan pemerintah daerah. Sehingga PSSI mampu berdiri sendiri dan tidak lagi bergantung kepada pemerintah daerah.

Semoga cita cita kita dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi program pengembangan khusus di dunia olahraga persepakbolaan di masa mendatang. (bran)

Editor :