Selasa | 15 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Natuna

NATUNA

Mendikbud Muhadjir Effendy Harap Digitalisasi Sekolah Atasi Kesenjangan Pendidikan

Kamis | 19 September 2019 | 1:23

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kabupaten Natuna dipilih sebagai tempat peluncuran program Digitalisasi Sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Kegiatan ini diselenggarakan, Rabu, 18 September 2019 di Gedung Sri Srindit, Ranai.

Mendikbud Muhadjir Effendy, memilih Natuna lantaran daerah berjuluk ‘Laut Sakti Rantau Bertuah‘ ini merupakan daerah terdepan dan terluar NKRI yang memiliki banyak potensi.

“Kami sengaja memilih Natuna sebagai tempat launching program ini, meski daerah kepulauan, pinggiran namun memiliki potensi yang luar biasa,” kata Muhadjir saat memberi sambutan dalam acara tersebut.

Program Digitalisasi Sekolah adalah terobosan baru Kemendikbud memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mempermudah proses belajar-mengajar.

Siswa maupun guru diharapkan mampu mengakses semua bahan pelajaran lewat jaringan internet sehingga semua siswa mendapatkan kesempatan mendapatkan bahan yang sama, bahkan di daerah terluar Indonesia, seperti hal nya Natuna.

Dengan dilaunchingnya di Natuna, Muhadjir berpesan agar Kabupaten Natuna dapat menjadi contoh bagi daerah lain, bagaimana memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.

“Karena digitalisasi sekolah ini diluncurkan di Natuna, saya berharap Natuna dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain. Bagaimana memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan dunia pendidikan,” pesan Muhadjir.

Ia juga berharap kepada tenaga pendidik, agar menjadikan teknologi digitaliasi sekolah untuk memudahkan proses belajar mengajar dan memintarkan peserta didik.

Untuk mendukung program tersebut rencananya Kemendikbud akan memberikan bantuan sarana belajar berupa gawai tablet untuk 36.281 sekolah dan 1.753.445 siswa di seluruh Indonesia pada 2019.

Bantuan itu bisa dilakukan dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja, dan diutamakan diterima oleh sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta sekolah yang menunjukkan peningkatan kinerja. (alfian)

Editor :