Kamis | 19 September 2019 |
×

Pencarian

KARIMUN

Pelaku Penabrak Balita Divonis Bebas PN Karimun, Hakim Dilaporkan ke KY

Senin | 09 September 2019 | 20:35

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Vonis bebas pelaku (BD) penabrak balita hingga tewas beberapa waktu lalu oleh Pengadilan Negeri Karimun menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya adalah Edy SP (37) penggiat anti korupsi dari Aliansi Indonesia.

Pria yang aktif dalam pemberantasan anti rasuah inipun mengatakan jika track record Hakim yang menjatuhkam vonis bebas pada pelaku perlu ditelusuri.

“Kalau tidak salah, salah satu hakim yang menyidangkan kasus laka tersebut pernah tersandung kasus “sidang hakim tunggal” ditahun 2016. dan kasus itu sempat viral, karena dirinya mimpin seorang diri sidang kepabeanan. Dan hal itupun sampai ke komisi yudisial. dari track record tersebut, patut diduga, kridibilitas hakimnya diragukan.” paparnya, Senin 9 September 2019.

Dikatakannya, sejak vonis bebas BD, pelaku penabrakan Balita oleh Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, menimbulkan banyak spekulasi di kalangan masyarakat. Banyak pihak beranggapan jika keputusan hakim sarat dengan kecurangan.

Saat ditanya apakah ada dugaan unsur suap, Edy menjelaskan jika hal tersebut bisa saja terjadi.

“Tidak menutup kemungkinan. Ada sejumlah faktor yang kiranya dapat memperkuat dugaan tersebut, salah satunya, keterangan saksi dari pihak korban yang tidak dimasukkan dalam berita acara persidangan, dan anehnya menurut hakim, keterangan saksi mengada-ngada.

Mustahil tidak ada satupun keterangan saksi yang menjadi pertimbangan hakim pada saat itu, ke dua, track record, pada tahun 2016, kalau tidak salah, Hakim yamg sama pernah memimpin sidang, mirisnya, sidang kepabeanan itu tanpa didampingi dua hakim anggota.

“Secara kode etik Hakim, ini salah satu pelanggaran besar, dan menurut saya, ini adalah penghinaan persidangan. sidang kepabeanan (pidana khusus) kok bisa disidangkan dengan satu hakim?, lagi-lagi, kridibilitas hakim ini patut dipertanyakan dong,” jelasnya.

Lebih jauh lagi Edy mengatakan jika pihaknya akan melaporkan vonis bebas terhadap BD tersebut pada Komisi Yudisial.

“Kami tengah mempersiapkan kelengkapan bukti serta keterangan para saksi dan keluarga korban. kita akan sampaikan kejanggalan ini lagi ke KY, dan ini kali kedua hakim yang sama kita laporkan ke KY,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umun Kejari Karimun, Hamonangan Sidauruk mengatakan jika pihaknya cukup kaget dengan putusan hakim tersebut.

Namun dirinya menyebut pihaknya tetap menghargai apapun putusan putusannya karena itu merupakan kewenangan Pengadilan.

“Dan Kejaksaan sendiri akan melakukan kewenangannya yaitu menempuh jalur upaya hukum yakni kasasi, tapi bahasanya jangan diplintir ke mana-mana ya,” terangnya singkat melalui pesan whatsApp.

Pelaku BD, sebelumnya dituntut pasal kelalaian dalam berkendara oleh Jaksa penuntut Umum, dengan ancaman kurungan penjara selama 2 tahun 9 bulan.

Namun keputusan hakim berbanding terbalik dengan memberikan vonis bebas terhadap terdakwa. Adapun alasan pihak PN Karimun memberikan vonis bebas karena tidak ditemukan kelalaian pada terdakwa dalam fakta persidangan.

“Putusan yang kita berikan sudah sesuai fakta di persidangan,” kata Humas PN Karimun, Yudi Rozadinata saat dikonfirmasi terkait vonis bebas yang diberikan kepada terdakwa BD belum lama ini. (yan)

Editor :