Kamis | 19 September 2019 |
×

Pencarian

KARIMUN

Pelarian Oknum Guru Cabuli Muridnya Berhenti Setelah Ditangkap di Karimun

Jumat | 06 September 2019 | 15:55

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Suharyono oknum guru olah raga di salah satu SD swasta di bilangan Batam Kota yang diduga telah mencabuli 6 siswi kelas 4 SD akhirnya ditangkap polisi.

Suharyono ditangkap di Tanjungbalai Karimun, Kepri, Jumat, 6 September 2019 siang.

Setelah berhasil dibekuk, kini ia dalam proses digiring ke Batam, untuk menjalani proses hukum.

Diketahui, modus tindakan tak senonoh yang dilakukan Suharyono, seorang guru olahraga di sebuah SD di Batam Centre terhadap murid-muridnya membuat syok kepala sekolah.

Ia tak mengira guru olahraga, Mulyono atau biasa dipanggil Mul tega melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah muridnya.

Modus juga lihai. Suharyono memanfaatkan situasi dengan mereka-reka ada program hipnoterapi.

Program hipnoterapi ala Suharyono dilakukan dengan cara berpura-pura menyalurkan energi melalui sentuhan.

Bahkan murid-murid diminta menutup mata.

Mul, si guru itu lantas menyentuh bagian dada dengan alasan sedang mentransfer energi.

Tak dijelaskan manfaat dan energi apa yang dipindahkan ke tubuh para muridnya itu.

Namun, Abu, sang kepala sekolah SD itu mengaku kaget dan syok setelah murid-murid kelas 4 SD itu melaporkan akasi tak senonoh gurunya itu.

Tak perlu buang waktu. Laporan itu masuk pada Rabu, maka pada Kamis 5 September 2019 langsung mengambil tindakan.

“Saya baru tau Rabu kemarin, jadi hipno terapi itu kan (anehnya) dilakukan dengan menutup mata murid. Kemudian, menyentuh bagian dada untuk mentransfer energi”.

“Tapi kami pastikan itu bukan program (SD atau yayasan) kami. Guru itu melakukannya sendiri di sekolah, ” ucap Abu Suja, saat ditemui di ruang Kerjanya, Kamis, 5 September 2019.

Abu Suja mengaku syok atas laporan tersebut. Sebab, Mul sendiri dikenal baik.

Yang bersangkutan sudah 4 tahun mengajar di sekolah setempat.

Dengan adanya laporan itu guru olahraga itu telah dipecat pihak Yayasan.

Di kalangan wali murid tak kalah heboh. Kejadian aksi hipnoterapi ala Mul itu memantik keprihatinan karena salah satunya baru kali ini ada yang berani melapor.

Tindakan guru olahraga yang melanggar susila terhadap murid-muridnya itu juga mencoreng nama baik nama guru, yang selama ini dikenal sebagai pendidik anak-anak bangsa.

Oleh karena itu, mereka sepakat jika guru tersebut ditindak secara tegas. Bahkan harus mempertanggungjawabkannya secara hukum.
Kepala Sekolah SD dari yayasan “S” itu, mengaku yakin dengan laporan dari siswi kelas 4 yang telah sampai ke dirinya.

Abu juga mengaku telah memecat guru tersebut.

Terkait kasus ini pihaknya tak akan menutup-nutupi, apalagi melindungi guru yang bermasalah.

“Tadi pagi (Kamis) kami adakan pertemuan dengan wali murid untuk menjelaskan semuanya,” ungkapnya.

Tak hanya wali murid pihaknya juga mengundang KPPAD.

“KPPAD kami undang agar mendampingi kami, supaya kami tak salah langkah,” jelasnya.

Meski sudah mengmpulkan wali murid, pihaknya hingga saat ini belum membuat laporan ke polisi.

Namun, telah berkordinasi dengan Babinkamtibmas Batam Centre untuk menangani masalah ini.

Selanjutnya, pihaknya juga siap untuk merehabilitasi anak-anak yang diduga menjadi korban aksi “hipnoterapi” dengan sentuhan di bagian tak semestinya itu.

“Kami ingi supaya menghilangkan trauma dan mengembalikan psikologis anak-anak tersebut,” katanya lagi.

Ditanya mengenai kemungkinan tindakan hukum ditempuh oleh para wali murid, ia sendiri tidak bisa berargumen banyak, kecuali menyerahkan sepenuhnya pada hak wali murid.

“Kami akan lihat seperti apa nantinya, jika orang tua pelapor akan meneruskan ke proses hukum kami pasti mendampingi,” kata Zul.
Karena kami juga merasa dirugikan,” tutupnya. (kmg)

Editor :