Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

TANJUNG PINANG

Rawat Keamanan, BIN Ajak Dialog Rektor, LAM, FKDM, FPK, FKUB dan FKPT

Rabu | 04 September 2019 | 11:27

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kepala Badan Inteligen (BIN) menggelar dialog untuk mengantisipasi terjadinya radikalisme di wilayah Kepri, Selasa, 3 September 2019.

Dialog yang ditaja oleh Badan Kesbang Provinsi Kepri ini mengundang para pimpinan perguruan tinggi di Kepri dan Lembaga Adat Melayu (LAM) dan empat organisasi kemasyarakatan yang dibentuk pemerintah.

Satu dari empat organisasi bentukan pemerintah itu adalah Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri yang dibentuk di setiap provinsi oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Sedangkan tiga organisasi lain, yakni Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Farum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB).

Dialog yang digelar di ruang rapat Kesbang Provinsi Kepri ini banyak membahas tentang isu-isu yang berpeluang merusak kerukunan dalam bermasyarakat. BIN Daerah Kepri melalui Kabag Ops BIN Daerah Kepri Kol.Laut (E) Dr. Yanuar Adi Legowo,SH.,M.A.P.,M.Si (Han) mengajak setiap petinggi perguruan tinggi di Kepri agar membantu mengawasi dan mencegah kemungkinan tumbuhnya potensi gangguan di kampus yang bisa merusak keutuhan NKRI.

Dr. Yanuar Adi Legowo menyebutkan, situasi saat ini perlu disikapi bersama secara dalam agar kita tidak multitafsir. Apa lagi dalam berbagai aksi kerusuhan selama ini terindikasi ada yang memyusupi dan ada yang mendalangi.

“Kebhinnekaan kita harus mantap dan kuat sehingga kepentingan asing tidak bisa mengobok-obok kita. Dan hal itu diperparah dengan hoaks hingga informasi yang beredar menjadi sulit bagi masyarakat untuk membedakan antara berita yang benar dengan informasi yang direkayasa yang berindikasi diciptakan untuk memecah belah persatuan,” sebutnya.

Yanuar berpesan agar warga Kepri harus positif melakukan penilaian, tindakan, sesuatu yang menyangkut khalayak umum.

“Saat ini, ada ratusan ribu berita hoaks yang tersebar terkait situasi keamanan Papua sehingga mereka merasa dilecehkan dan melakukan aksi demo besar besaran,” sebutnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Kesbang Provinsi Kepri Ir Lamidi, MM meminta agar semua pihak mencegah penyebaran dan pembuatan berita-berita hoaks, hate speech, fake news.

Menurut Lamidi, Untuk menggambarkan suasana harmonisasi antar suku, antar agama, antar golongan, Pemprov Kepri melalui Kesbang akan menggelar kegiatan bersama.

“Setiap undangan kita akan minta memakai pakaian adat masing-masing, pakaian organisasi masing-masing dan kita akan menggelar acara bersama untuk menunjukan bahwa kita adalah bersaudara. Acara itu akan disejalankan dengan pelantikan FKDM dan FKUB yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur Kepri,” kata Lamidi. (r/ramadhani)

Editor :