Senin | 18 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Teringat Suami Selingkuh, dengan Tega dan Kejam, Sang Ibu Tenggelamkan Bayinya Sampai Tewas Mengenaskan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cianjur – Kisah malang dialami seorang bayi di Cianjur, Ibunya yang kesal karena si bayi terus menangis dan ingat suaminya selingkuh ketika mengandung akhirnya menenggelamkan si bayi hingga tewas.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Cisuren, RT 3/5, Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur.

Loading...

Bayi malang itu ditemukan tewas di bak mandi.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan kejadian itu bermula saat Yani, ibu bayi malang tersebut akan memandikan korban.

Namun pada saat itu bayi terus-menerus menangis sehingga membuat Yani kesal.

Kekesalan Yani memuncak karena ia teringat dengan perbuatan suaminya, Deri, yang telah selingkuh pada saat ia mengandung berumur tujuh bulan.

Loading...

Yani yang semula akan memandikan korban kemudian memasukkan anaknya yang terus menangis ke dalam bak mandi berkedalaman satu meter yang telah penuh terisi air.

“Dengan posisi terlentang lalu dengan sengaja meninggalkannya sehingga tenggelam dan meninggal dunia,” ujar Kapolres saat memberikan keterangan pers di Mapolres Cianjur, Ahad, 29 September 2019.

Kapolres mengatakan, bayi malang itu ditemukan sang nenek, Mae, yang pulang dari kebun.

Si nenek pulang karena merasa tak enak hati .

“Kemudian sekitar pukul 09.30 WIB pada saat mencari rumput di kebun, nenek korban bernama Mae merasa tidak enak hati. Ia pun pulang ke rumah,” ujar AKBP Juang Andi Priyatno.

Kapolres mengatakan, sesampainya di rumah, Mae langsung pergi ke kamar mandi yang berada di samping rumah untuk membersihkan diri sebelum masuk ke dalam rumah.

“Namun ketika berada di dalam kamar mandi, Mae melihat ke dalam bak ada sesuatu yang mengambang yang awalnya diduga adalah boneka. Akan tetapi pada saat diperhatikan lebih dekat, terlihat sesuatu tersebut mirip dengan bayi dengan posisi telungkup,” katanya.

Selanjutnya Mae pun langsung mengambil korban dan memeluknya sambil berteriak untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Atas perbuatan tersebut pelaku dapat dijerat dengan pasal 80 Ayat (3) dan Ayat (4) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Juncto Pasal 338 KUHP.

Pasal 80 Ayat (3) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak: diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3.000.000.000 (tiga miliar rupiah).

Pasal 80 Ayat (4) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak: pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.

Pasal 338 KUHPidana: diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...