Rabu | 23 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Walikota dan Wakil Walikota Batam

BATAM

Tersandung Dugaan Cabul, Kaspol Jihad Siap Bela Pak Guru

Sabtu | 21 September 2019 | 18:51

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam– Diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap siswa di salah satu Sekolah Dasar (SD) Swasta di Kota Batam, Kepulauan Riau, sang guru berinisial SHY pun akhirnya ditahan di Polresta Barelang.

Terkait dugaan kasus tersebut, Kaspol Jihad, SH. MH pun menyatakan kesanggupannya untuk siap membela pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

“Pihak keluarga dari Bapak SHY mempercayai saya sebagai advokatnya. Tentu saya merasa terpanggil dan sangat siap untuk mendampinginya,” ungkap Kaspol yang juga sebagai Dosen di Fakultas Hukum Universitas Batam (Uniba) ini, Sabtu 21 September 2019.

Kaspol mengatakan, sejak ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus pencabulan beberapa waktu lalu, SHY pun ditahan oleh pihak Kepolisian. Dan pada Kamis 19 September 2019, SHY kembali diperiksa penyidik Unit VI Polresta Barelang.

“Pemeriksaan lanjutan itu untuk melengkapi berkas perkara kasus tindak pidana yang diduga dilakukan oleh bapak SHY dan saya sebagai Penasehat Hukum, tentu ikut mendampinginya,” ungkap Kaspol Jihad, SH.MH.

Kaspol mengatakan, setiap orang yang ditetapkan sebagai tersangka tentu harus mengedepankan azaz praduga tidak bersalah. Tentu dalam hal ini, setiap perkara yang diajukan ke pengadilan untuk menentukan orang itu bersalah atau tidak, dibuktikan di pengadilan.

“Tentu kita sangat menghormati proses hukum ini,” tandas Kaspol.

Disinggung mengenai kondisi SHY selama di dalam sel tahanan, Kaspol mengakui bahwa secara psikologis, tentu siapapun pasti mentalnya terganggu. Kendati demikian, SHY tetap tegar dalam menghadapi cobaan berat ini.

“Awalnya sih sempat mentalnya sempat down. Dan soal ini, pasti dialami oleh setiap orang, ketika berhadapan dengan masalah hukum. Namun beliau (Pak SHY) tetap tegar dalam menghadapi ujian berat ini, dan keluarga pun terus mensuportnya agar beliau tetap sabar dan tenang,” ungkap Kaspol yang juga sebagai Ka Biro Hukum di Uniba, Kota Batam ini.

Sebelumnya, SHY yang merupakan guru olahraga dan guru pramuka disalah satu SD Swasta di Batam, diduga melakukan kejahatan tersebut terbongkar pada, Kamis 5 September 2019 ketika seorang wali murid mendatangi pihak sekolah dan mengadukan hal tersebut.

Pihak orang tua korban mengaku tidak terima dengan perbuatan SHY yang telah melakukan pelecehan seksual ke anak mereka. Mengetahui hal tersebut, pelaku sempat kabur ke Kabupaten Tanjungbalai Karimun dan akhirnya dibekuk pada Jumat, 6 September 2019.

Setelah ditelusuri, korban aksi pencabulan tersebut tidak hanya satu orang. Data sementara yang dihimpun kepolisian, ada enam orang korban SHY dari sekolah tersebut. Entah setan apa yang merasuki pikiran dan hati si pelaku hingga terjadi pencabulan tersebut.

Ia diketahui melakukan aksi bejatnya itu dengan melakukan hipnoterapi atau mendapat sugesti tidak sadarkan diri. Alasan pelaku kepada murid-muridnya agar mereka dapat lebih konsentrasi dalam belajar di kelas.

Polisi menduga korban aksi bejat pelaku lebih dari enam orang, mengingat modus hipnoterapi ini sudah dilakukan sejak lama.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo mengatakan, pelaku SHY diduga telah mencabuli beberapa orang muridnya. Sedikitnya ada enam orang siswi yang mengaku telah diperlakukan tidak senonoh.

“Pelaku saat ini sedang ditangani lebih lanjut,” ungkap Kapolres. (ali)

Editor :