Selasa | 15 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Kuansing

KUANSING

Tolak Bantuan Anies Baswedan, BPBD Riau Dinilai Arogan. Rocky: Tidak Mencerminkan Budaya Melayu

Kamis | 19 September 2019 | 0:55

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Keinginan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhurla) di Riau ditolak Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.

Rencananya, Pemprov DKI Jakarta akan mengirimkan sebanyak 65 personel ke Bumi Lancang Kuning. Alasan penolakan ini petugas pemadam karhutla di Riau sudah mencukupi dan sudah tersebar di lapangan.

Bahkan, petugas di Riau terus berupaya memadamkan api pada titik-titik yang terpantau.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger yang dikutip berbagai media, Rabu, 18 september 2019.

Pernyataan Edwar Sanger yang juga wadansatgas Karhutla Riau yang menolak bantuan di Riau menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Lembaga Pijar Melayu.

Direktur Eksekutif Pijar Melayu Rocky Ramadani menyayangkan sikap penolakan bantuan relawan dalam menangani persoalan asap yang sudah beberapa bulan tak kunjung selesai.

“Kami menilai pernyataan yang lontarkan oleh Edwar Sanger sebagai kepala BPBD Riau terkesan arogan. Apalagi alasan menolak bantuan tim relawan tersebut dikarenakan klaim Kepala BPDB Riau Edwar Sanger masih sanggup untuk memadamkan api di Riau,” tegas Rocky.

Karenanya, Rocky menantang, jika memang BPBD Riau memiliki kesanggupan, agar membuktikan dalam seminggu ke depan rakyat Riau tak lagi menghirup asap.

“Karena keputusan yang kepala BPBD ambil sangat tidak berdasar pada kepentingan rakyat banyak. Kesanggupan yang dikatakan beliau menjadi seolah bias kompetisi, namun abai pada kepentingan jutaan rakyat Riau yang sudah berminggu-minggu menghirup asap,” tandas Rocky.

Dikatakannya sudahi ego, hargai niat baik membantu dari siapapun apalagi sesama anak bangsa sendiri. Bukankah itu juga ada dalam etika adat Melayu yang pantang menolak niat baik.

“Meski bantuan yang diulurkan tersebut signifikansinya boleh saja dipertanyakan,” tutup Rocky (depriandi)

Editor :