Selasa | 15 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Walikota dan Wakil Walikota Batam

BATAM

Yayasan Penyambung Lidah, Wadah Komunikasi Urang Minang di Batam

Minggu | 22 September 2019 | 11:50

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Berawal dari komunikasi di WhatApp Group bernama Panyambuang Lidah, akhirnya kepedulian sosial anggota dari WAG tersebut dalam waktu satu bulan saja telah berhasil mendirikan Yayasan Panyambuang Lidah, lengkap dengan susunan pengurus serta program kerja yang jelas.

Untuk memperkenalkan Yayasan Panyambuang Lidah ini ke Masyarakat Kota Batam, pengurus membuat acara Kebudayaan Minangkabau di Palanta Kadai Tek Kasi Batuaji, pada Sabtu, 21 September 2019 malam.

Penasehat dari Yayasan Panyambuang Lidah adalah Rudi Syakiakirti, Eki Kurniawan dan Ketua Harian Zulfahmi. Sedangkan, penyantun serta pembina Yayasan, ada Alex Guspenaldi, Arlon Varesto, Sudirman Sikumbang, Saiful Badri dan sejumlah tokoh masyarakat dan pengusaha lainnya di Kota Batam.

Ketua Yayasan Panyambuang Lidah Zulfahmi, mengatakan, pihaknya sengaja mendatangkan mak katik, lantaran warga Batam asal minang kabau yang lahir di rantau maupun di Kota Bandar Madani tentunya kurang paham sisila adat istiadat Minangkabau.

“Jadi dengan kehadiran beliau yang budayawan dan seniman itu, tentunya bisa lebih memaham tentang adat istiadat Minangkabau,”ujar Zulfahmi.

Adapun program utama dari Program Penyambuang Lidah adalah mengajak Warga Batam asal Minang untuk menjadi orang tua asuh bagi anak anak urang Awak di Batam yang kurang beruntung.

Eki Kurniawan, pada kesempatan ini Yayasan telah berhasil mengumpulkan belasan donatur tetap untuk menjadi orang tua asuh bagi belasan anak anak yang telah disurvey dan dipastikan layak mendapatkan Bea Siswa sekolah.

Secara khusus anak yang telah mendapat santunan pendidikan ini tidak akan mememang uang tunai dari orang tua asuh. Jadi setiap anak telah mendapatkan buku tabungan serta ATM sendiri. Tugas orang tua asuh akan mentranfer setiap bulan. Untuk orang tua asuh pelajar SD, per bulan 250 Ribu, untuk siswa SMP mendapat Rp 350 Ribu per bulan, dan untuk anak yang sekolah SMA mendapat bantuan Rp 500 ribu per bulan.

” Jadi cara malam ini, kita secara simbolis menyerahkan buku tabungan serta piagam kepada orang tua asuh. Semoga akan ada orang tua orang tua asuh lainnya akan mengikti. Karena dari pemetaan pengurus, masih banyak anak dan kemenakan kita membutuhkan bantuan,” terang Eki.

Kajian Adat Mak Katik

Acara Kebudayaan Minangkabau ini ternyata sekedar hiburan saja, melainkan membuka mata masyarakat Batam asal Minangkabu tentang sejarah dan Adat Istiadat Minang dari seorang Musra Dahrizal Rajo Mangkuto yang akrab disapa Mak Katik.

Sama diketahui, Mak Katik merupakan seorang budayawan, seniman dan pengajar Indonesia. Ia dikenal sebagai pemerhati budaya dan adat Minangkabau, mulai sebelum kemerdekaan hingga saat ini. Bahkan apa saja penjelasan yang disampaikan Mak Katik dalam bahasa Minang membuat warga Batam asal Minang mendapat kesan kagum, apalagi Pepatah Petitih yang disampaikan sangat mengenak dan menjadi tambahan informasi bagi mereka yang telah lama merantau di Batam.

Musra Dahrizal Rajo Mangkuto yang akrab disapa Mak Katik
Terkhusus untuk Yayasan Panyambuang Lidah, Mak Katik sangat terharu dan sangat mendukung kehadiran Yayasan ini. Karena ini yang pertama ada di Indonesia, dan itu ada di Kota Batam, maka Mak Katik akan membawa konsep ini ke seluruh Kota Indonesia, agar urang Minang di rantau juga bisa membuat juga.

”Sebagai penasehat IMM Pusat, kegiatan ini akan kami sosialisasi keseluruh Kota yang menjadi daerah rantau urang minang. Ini sangat positif, dan bentuk nyata kepedulian Mamak ke kemenakan di daerah Rantau,” papar Mak Katik. (kmg)

Editor :