Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Balita di Garut Miliki Kelamin Ganda

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang anak bernama Muhamad Rizki Jakaria (5), warga Kampung Pasir Malaka, Desa Kertajaya, Kecamatan cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, didiagnosis mengalami Hiposadia serta kelainan pada kelamin. Anak tersebut sejak lahir tidak memiliki lubang kencing.

Anak yang kini duduk di TK itu secara kehidupan sehari-hari terlihat normal bergaul bersama anak lainnya. Namun penderitaan kedua orang tuanya yang kini sebagai pegawai buruh serabutan dihantui dengan kondisi anaknya yang kian menginjak usia dewasa.

Loading...

Ibu kandung Muhamad Rizki Jakaria, Desi Mariantina (27), mengatakan, anaknya saat lahir memiliki berat badan sekitar 1,5 Kg. Tidak ada tanda-tanda kalau anaknya memiliki kelainan, hanya saja setiap akan buang air kencing anak tersebut kerap nangis.

“Sejak kecil tidak memiliki lubang air kencing, saat hendak kencing selalu kayak anak perempuan adanya lubang di bawah alat vital dan harus di bukakan oleh kedua tangan,” ujar Desi, saat ditemui di kediamannya, minggu 27 Oktober 2019.

Dikatakan Desi, anak kesayangannya sempat dibawa ke RS yang ada di Kabupaten Garut dan divonis mengidap penyakit Hiposadia serta kelainan pada kelaminnya. Selama satu tahun surat rujukan dari RS tidak pernah dihiraukan dengan alasan tidak memiliki biaya untuk melakukan USG dan cek hormon di RSHS Bandung.

“Saya bingung harus memiliki uang jutaan rupiah, dengan kondisi ekonomi yang sulit ditambah dengan suami yang sedang menganggur. Kebingungan makin parah dan akhirnya membiarkan anaknya menderita. Kemana lagi harus mendapatkan uang besar,” tuturnya sambil berlinang air mata.

Loading...

Desi kerap didampingi oleh seorang kader tingkat RW bernama Ema jika hendak memeriksakan kesehatan anaknya, termasuk mendaftarkan sebagai peserta BPJS. Hanya saja saat berkonsultasi, pihak RS tidak bisa menjamin untuk pembayaran USG dan cek hormon. Hanya untuk biaya operasi saja yang mendapatkan jaminan.

Kini kondisi anak tersebut, kata Desi, semakin hari semakin beranjak besar. Jika bergaul dengan anak seusianya terlihat gembira hanya saja saat berada di rumah kegelisahan terus menghantuinya.

“Saya harap ada keajaiban untuk bisa menyembuhkan anak saya ini. Pak bupati, pak gubernur mohon bantu kami agar bisa membawanya ke RSHS Bandung. Anak saya ingin sembuh,” pintanya.

Sementara ayah kandung Muhamad Rizki Jakaria, Sutisna (34) mengaku pasrah dengan kondisi penyakit yang diderita anaknya yang sudah lima tahun ini. “Saya menganggur, mengumpulkan uang jika ada yang menyuruh bekerja. Semoga ada bantuan yang bisa dapat menyembuhkan anak saya ini,”

Berdasarkan informasi, penyakit yang sama juga pernah terjadi di Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu. Hingga kini pemuda yang yang usianya sudah 17 tahun masih saja belum bisa disembuhkan dengan kondisi memiliki kelamin ganda. (***)

sumber : galamedianews.com

Loading...
Loading...