Minggu | 24 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Elison Linaldi: PT BLP Tak Pernah Pesan Barang ke PT Golden Hardware

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan dokumen Purchase Order (PO) yang dilakukan oleh tergugat II Eugene Surya dengan mengatasnamakan PT. Bumi Laut Perkasa (BLP) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu, 30 Oktober 2019 sore.

Sidang dilaksanakan di ruang Letjen TNI (Purn) Ali Said S.H dalam agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak tergugat I yakni, Manager Operasional PT. Bumi Laut Perkasa, Elison Linaldi, dan saksi dari Suplier Toko Cahaya, Hariantono.

Loading...

Sidang berlangsung dalam perkara PT. Bumi Laut Perkasa sebagai Tergugat I dan Eugene Surya sebagai Tergugat II melawan PT. Golden Hardware sebagai penggugat dengan perkara No. 110/Pdt.G/2019/ PN. BTM. Selanjutnya perkara PT. Bumi Laut Perkasa sebagai Tergugat I dan Eugene Surya sebagai Tergugat II melawan PT. Golden Batam Raya sebagai Penggugat dgn perkara No. 111/Pdt.G/2019/ PN. BTM.

Berdasarkan keterangan saksi Elison Linaldi dipersidangan mengatakan, pihaknya baru mengetahui adanya dugaan pemalsuan dokumen Purchase Order (PO) yang dilakukan oleh tergugat II Eugene Surya, yang mengatasnamakan PT. Bumi Laut Perkasa sekitar awal bulan Desember 2018.

“Waktu itu sekitar awal Desember tahun lalu, ada datang perwakilan dari PT. Golden Hardware menjumpainya guna mempertanyakan tagihan. Karena merasa tak pernah melakukan pembelian barang ke perusahaan tersebut, pihaknya menyarankan agar menanyakan langsung kepada siapa yang order. Belakangan baru diketahui PO tersebut atas permintaan dari tergugat II Eugene Surya,” ujar Elison dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Jasael SH., MH, didampingi hakim anggota Muhammad Chandra SH., MH dan Efrida Yanti SH., MH.

Lalu, pihaknya menyarankan kepada PT. Golden Hardware untuk bisa mempertanyakan langsung kepada yang bersangkutan yakni tergugat II Eugene Surya. Setelah itu diaturlah pertemuan keduanya yang dilaksanakan di PT BLP.

Loading...

Dari pertemuan tersebut, disepakati bahwa tergugat II Eugene Surya bersedia membayar semua kerugian yang muncul akibat dari perbuatan yang dilakukannya, dan tidak ada sedikitpun keterlibatan dari PT BLP.

“Sekitar setengah jam mereka mengadakan pertemuan, lalu tergugat II Eugene Surya mengakui bahwa semua itu ulahnya, dan bersedia membayar semua kerugiannya,” ucapnya.

Dilanjutkannya, atas kejadian tersebut, pihaknya meminta kepada tergugat II Eugene Surya untuk segera membuatkan surat pengunduran dirinya dari perusahaan.

“Permintaan tersebut disetujuinya. Kemudian tergugat II Eugene Surya membuat surat resignnya yang diajukan ke PT BLP,” tambahnya lagi.

Selanjutnya, saksi kedua yakni dari Suplier Toko Cahaya Prima, Hariantono mengatakan, pihaknya mulai menyuplai barang ke PT BLP sekitar bulan Mei 2018. Selama berlangsungnya kerjasama tersebut, semua permintaan barang yang dilakukan pihak PT, BLP ke tokonya, melalui PO resmi yang ditandatangi oleh Elison Linaldi.

“Prosedur permintaan barang dari PT, BLP semuanya melalui PO yang ditandatangani manager,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, Penasehat Hukum tergugat I dari Firma Hukum Tri Mandiri Justice, Yudi Priyo Amboro mengatakan kliennya atas nama PT. Bumi Laut Perkasa (BLP), tidak pernah melakukan pemesanan barang kepada PT. Golden Hardware maupun PT. Golden Batam Raya seperti yang diajukan penggugat.

“Dari keterangan saksi-saksi tadi, klien kami tidak pernah melakukan pemesanan barang seperti yang diajukan penggugat. Semua itu dilakukan oleh tergugat II yakni Eugene Surya,” tutupnya. (sal)

Loading...
Loading...