Rabu | 16 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Natuna

NATUNA

Kedepan DBH Natuna Digantikan PAD dari Pariwisata dan Perikanan

Selasa | 08 Oktober 2019 | 11:38

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, mengatakan Pemerintah Daerah saat ini tengah fokus menggarap sektor Pariwisata dan Perikanan.

Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan pada seminar Geopark Natuna, Selasa, 8 Oktober 2019, di Gedung Sri Srindit, Ranai.

“Masyarakat diharap bersama kembangkan ini(Pariwisata), karna itu akan kembali ke masyarakat itu sendiri. Jika natuna maju berkembang geopark dan pariwisatanya insyaallah kita tak bergantung pada bagi hasil migas lagi kita bisa maju,” ujar Hamid.

Semenjak Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 berlaku, memang pendapatan Natuna dari Dana Bagi Hasil (DBH)Migas langsung terjun bebas. Pasalnya, yang disebut sebagai daerah penghasil menurut UU tersebut, adalah daerah yang dihitung 12 mil dari bibir pantai ke Sumber Daya Alam Migas, sementara sumur Migas Natuna terletak diatas 12 Mil.

Hal inilah yang membuat Hamid Rizal mengambil kebijakan untuk memfokuskan pengelolaan potensi sektor pariwisata dan perikanan. Meski demikian, tetap ada saja yang pesimis, lantaran pemerintah pusat menjadikan Natuna sebagai sentra pertahanan dan keamanan di wilayah terdepan NKRI.

“Contoh Hawai yang pendapatannya dari pariwisata padahal disana juga pangkalan militer Amerika. Tetapi militer disana juga turut sinergi di dalam pariwisata itu, seperti membuat objek wisata tentang pertahanan, saya kira natuna tak jauh beda, bagaimana kita memadukan antara kedua sektor ini,” kata Hamid optimis.

Masih menurut Hamid Rizal, fungsi dari pertahanan dan keamanan di Natuna diperlukan untuk menjaga aset berharga berupa geopark, arkeologi dan perikanan Natuna.

“Kita ingin diajukan menjadi Unesco Global Geopark atau diakui dunia, kita harus pacu masyarakat dan seluruh komponen untuk serius mendukung.

Pemda telah berupaya memanfaatkan potensi yang ada untuk meningkatkan ekonomi daerah. Kedepan Natuna bisa mandiri tidak menunggu DBH lagi, karna Migas juga akan berkurang,” tutur Hamid. (alfian)

Editor :