Rabu | 16 Oktober 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku tuk Walikota dan Wakil Walikota Batam

BATAM

Kepala Barantan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian di Kepri Rp4,4 Miliar

Jumat | 04 Oktober 2019 | 18:14

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam melepas ekspor berbagai komoditas pertanian dari Provinsi Kepri, Kamis 3 Oktober 2019.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di PT Alcotraindo Batam, Komplek Sarana Industrial Point, Blok D nomor 7-8 Batam Center, Batam, Kepri.

Adapun komoditas pertanian tersebut meliputi komoditas tembakau tujuan Vietnam, bubuk kakao tujuan Rusia, serabut kelapa dan rumput laut tujuan China dan kelapa bulat tujuan China, Malaysia dan Thailand dengan total sebanyak 428,9 ton atau senilai Rp4,4 miliar.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan pemerintah daerah (Pemda) dan instansi terkait agar mulai mengembangkan dan menarik investor. Agar, katanya, bisa membantu melakukan pengolahan komoditas pertanian setidaknya menjadi barang setengah jadi.

“Jangan ekspor kelapa dalam bentuk bulat lagi, rugi kita, semua bisa diambil, serabutnya, airnya, batoknya, santan, minyak, ampas, nah kalau bisa dijadikan itu, supaya menambah margin keuntungannya,” ujarnya.

Jamil berharap, Pemda melalui dinas setempat dapat mendorong masuknya investasi dibidang pertanian di Batam. Ia juga menekankan, jika ada hambatan baik di daerah maupun di pusat, dikomunikasikan dengan karantina terdekat.

Prosesi pemecahan kendi tanda pelepasan ekspor komoditas pertanian

“Kita punya banyak program dan inovasi, ada Agro Gemilang, sistem in Line Inspection, e-cert dan lain-lain, silahkan itu dimanfaatkan dan dioptimalkan,” imbuhnya.

Kepala Karantina Pertanian Kelas I Batam, Joni Anwar mengatakan berdasarkan data otomasi Barantan IQFAST, peningkatan ekspor di wilayah kerjanya meliputi berbagai sektor diantaranya, sektor perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan.

“Dengan adanya capaian ekspor komoditas pertanian tersebut, masyarakat tidak hanya mengerti namun bisa mengambil bagian terutama untuk menjadi eksportir diberbagai bidang atau sektor pertanian,” katanya.

Pelepasan ekspor tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian phytosanitary certificate dari karantina ke eksportir sebagai jaminan kesehatan produk sekaligus persyaratan SPS (sanitary and phytosanitari) dari negara tujuan. (sal).

Editor :