Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

EKONOMI POLITIK

Ketua DPD La Nyalla Mattalitti Jadi Terdakwa Korupsi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sidang Paripurna Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) memutuskan memilih La Nyalla Mattalitti menjadi Ketua DPD RI 2019-2024, Selasa 1 Oktober 2019 malam. Dalam pemilihan Ketua DPD, La Nyalla mendapat 47 suara.

(DPD) memutuskan memilih La Nyalla Mattalitti menjadi Ketua DPD RI 2019-2024, Selasa 1 Oktober 2019 malam. Dalam pemilihan Ketua DPD, La Nyalla mendapat 47 suara.

Loading...

Siapa sesungguhnya La Nyalla? Berikut profilnya mulai dari terjun ke dunia bisnis hingga ke politik:

Terjun ke Dunia Bisnis

La Nyalla menekuni bisnis saat masih muda. Pada tahun 1989, La Nyalla pernah menggelar acara pameran kreativitas anak muda. Namun pameran itu sepi pengunjung dan merugi Rp 180 juta. Saat itu, sponsor acara itu adalah Maspion. Sebagai penyelenggara, La Nyalla akhirnya harus nombok dan mencicil Rp 250 ribu perbulan untuk menutupi kerugian.

Gagal pada acara pameran pertama tak membuat La Nyalla putus asa. Ia bangkit dan akhirnya berhasil. Hingga sekarang, event pameran itu menjadi besar dan menjadi agenda rutin bernama Surabaya Expo.

Loading...

Dari keuletannya berbisnis itulah, dalam organisasi Kadin ia dipercaya sebagai Kepala Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur.

La Nyalla juga tercatat pernah bekerja menjadi Manajer PT Airlanggatama Nusantara Sakti, Komisioner PT Airlangga Media Cakra Nusantara dan Komisioner PT Pelabuhan Jatim Satu.

Pernah Aktif di PSSI

Tak hanya dalam bisnis. La Nyalla juga eksis dalam olahraga. Sejumlah jabatan teras olahraga sepakbola pernah dijabat La Nyalla. Pada 2010, dia menjadi Wakil Ketua Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim dan merambah menjabat menjadi Wakil Ketua PSSI Jatim pada 2011.

Lalu pernah menjadi Ketua Umum PSSI-KPSI (Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia) periode 2012-2016 dan Wakil Ketua Umum PSSI 2013-2015. Dua tahun kemudian, La Nyalla dipilih sebagai Ketua Umum PSSI melalui voting di Kongres Luar Biasa PPSI.

Awal Terjun ke Dunia Politik

Sepakterjangnya tak sebatas bisnis dan olahraga. Panggung politik juga dimasuki. Saat Pilpres 2014, La Nyalla bergabung dengan Partai Gerindra. Ia mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa saat itu. Ia juga menjadi tim pemenangan Prabowo-Hatta.

Namun tahun 2019, sikap politiknya berubah. Ia keluar dari Gerindra. La Nyalla juga mencalonkan diri maju sebagai DPD RI wilayah Jawa Timur dan mendukung pasangan nomor 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pernah Jadi Terdakwa Kasus Korupsi

La Nyalla pernah tersangkut kasus korupsi pada 2012. Kasus tersebut menjerat La Nyalla saat menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur. La Nyalla menjadi terdakwa korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Kadin Jawa Timur sebesar Rp 1,105 miliar.

Kemudian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan La Nyalla terbukti memperkaya diri sendiri dari hasil penjualan saham Bank Jatim senilai Rp 6,4 miliar. Saham itu dibeli menggunakan dana hibah sebesar Rp 5,3 miliar.

Dana hibah itu ternyata dikorupsi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur 2011-2014 sebesar Rp 48 miliar. Dalam perkara itu, pengadilan telah memvonis Diar dan Nelson karena merugikan negara Rp 26 miliar.

La Nyalla kemudian melakukan sidang perdana dugaan korupsi dana hibah pada tahun 2016. Sidang terus berlanjut, hingga akhirnya La Nyalla diputus bebas dari dakwaan dugaan kasus korupsi dan pencucian uang dana hibah.

Terhadap putusan itu, Jaksa tak terima dan mengajukan kasasi ke MA. Setahun kemudian, yakni 2017, MA memutuskan menolak kasasi Jaksa. Putusan bebas La Nyalla di Pengadilan tingkat pertama dikuatkan. (***)

sumber : merdeka.com

Loading...
Loading...