Jumat | 22 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Kronologi Pembunuhan Driver Taksi Online Rusdianto

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pasuruan – Gianto (36) warga Desa Babatan, Wiyung, Kota Surabaya, pelaku tunggal pembunuhan driver taksi online diketahui sangat sadis membunuh korbannya, Rusdianto (41) warga Bendul Merisi yang tinggal di Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Rusdianto dihabisi dengan cara dijerat lehernya menggunakan tali tampar milik tersangka. Analisa awal, tersangka dihabisi di Surabaya dan mayatnya dibuang di Jalan Tol Malang – Pandaan (Mapan) KM 72 Dusun Seloan, Desa Capang, Kabupaten Pasuruan.

Loading...

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima YP mengatakan tersangka ini memesan layanan di aplikasi dengan tujuan Pondok Maritim Surabaya Selatan.

Setelah sampai lokasi, tersangka meminta korban untuk mengantarkan lagi ke Graha Family. Di tengah perjalanan, kira-kira di belakang National Hospital, tersangka mendadak meminta berhenti. “Korban spontan menghentikan laju mobil Suzuki Ertiga W 1979 NK yang dikemudikannya. Tak disadari korban, di situ adalah tempat tersangka menghabisinya,” jelasnya.

Menurut Kasat, korban ini dibunuh dengan tali tampar. Tali itu dililitkan di leher korban. Dari hasil autopsi, dugaan awal korban sempat melawan, karena ada bekasnya.

“Kemungkinan saking kuatnya tarikan tersangka, akhirnya korban tak berdaya dan meninggal dunia. Dari hasil autopsi juga menjelaskan, penyebab korban meninggal dunia akibat jeratan kuat di lehernya dan membuat saluran pernafasan terhenti,” tambah dia.

Loading...

Selanjutnya, kata Dewa, mayat korban dipindahkan ke bagian tengah mobil dan berangkat menuju arah Malang. Tersangka mengambil alih mobil korban dan masuk tol. “Tersangka berniat membuang mayat tersebur di kawasan kebun teh Lawang namun tidak jadi dan selanjutnya pelaku menuju arah Surabaya melalui pintu tol Purwodadi,” jelasnya.

Setelah itu, sesampainya di lokasi penemuan mayat, tersangka membuang mayat korban sekitar pukul 17.10, Senin 21 Oktober 2019. Jadi, lanjut Dewa, dari hari ditemukannya, korban sudah dua hari berada di sana.

“Kejadiannya Senin. Setelah membuang mayat korban, tersangka ke Masjid Cheng Hoo, Pandaan. Tersangka membuang HP korban di semak – semak,” ungkap dia.

Dewa menerangkan, setelah itu tersangka kembali ke Surabaya. Tersangka kebingungan mau menjualnya mobilnya di mana. Motif tersangka membunuh ini karena memang ingin menguasai mobil korban. “Pengakuannya, tersangka memiliki hutang. Makanya nekat melakukan itu. Memang niat dari awal mau merampas dan menjual mobil hasil rampasan itu,” ungkapnya. (***)

sumber : surya.co.id

Loading...
Loading...