Selasa | 12 November 2019 |
×

Pencarian

Kandidatku untuk Pilkada Batam

BATAM

Pisau Amat Tantoso Masih Menancap di Pinggang Kelvin Hong saat Dibawa ke RS

Senin | 07 Oktober 2019 | 21:07

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang lanjutan kasus penganiayaan terdakwa Amat Tantoso, Senin, 7 Oktober 2019.

Agenda persidangan kali ini mendengarkan keterangan dua orang saksi dari dokter Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam, tempat pertama kali korban dirawat.

Adapun kedua saksi yang dihadirkan tersebut yakni dr. Yolanda, yang pada saat kejadian bertugas sebagai dokter jaga di UGD, dan saksi kedua yakni dr. Fredy Rustomi Damanik, yang merupakan dokter Spesialis Bedah RS Elisabeth.

BERITA TERKAIT

Ketua Valuta Asing, Amat Tantoso Tikam WNA

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Yona Lamerosa Ketaren di dampingi Hakim Anggota Taufik Nainggolan dan Dwi Nuramanu serta dihadiri JPU Rumondang Manurung dan Penasehat Hukum terdakwa Nur Wafiq Warodat.

Dalam keterangannya dr. Yolanda mengatakan, pada tanggal 10 April 2019 sekitar pukul 19.00 Wib korban masuk ke ruang UGD. Saat itu korban mengalami luka robek akibat tusukan benda tajam sepanjang 5 cm dengan kedalaman luka sedalam 10 cm.

“Pada saat korban masuk ke ruang UGD dalam kondisi sadar dan pisau yang masih tertancap di pinggangnya,” ujarnya.

Selanjutnya Yolanda menghubungi dr. Fredy yang merupakan dokter spesialis bedah untuk dilakukan tindakan pengangkatan pisau yang masih tertancap di pinggang korban. Oleh Fredi, sekitar pukul 00.00 Wib dilakukan operasi pengangkatan pisau.

“Operasi baru selesai sekitar pukul 03.30 Wib. Tidak ada indikasi luka berat yang potensial pada korban,” ucapnya dihadapan majelis hakim

Fredi melanjutkan, pasca operasi pasien masih berada dalam pengawasan tim dokter RS Elisabeth. Setelah dirawat selama tiga hari, pasien diperbolehkan pulang kerumah dengan catatan harus kembali lagi untuk pengecekan.

“Hingga sekarang pasien tak pernah lagi datang untuk melakukan kontrol,” imbuhnya.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi, majelis hakim menunda sidang hingga minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa dan saksi-saksi yang meringankan. (sal).

Editor :