Kamis | 03 Desember 2020 |
×

Pencarian

BATAM

PLN Batam Andalkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – PT bright PLN Batam mengandalkan pembangkit listrik tenaga gas untuk ketersediaan dan kelancaran penyediaan energi listrik di Batam – Bintan. 

Tercatat, Komposisi pemakaian energi primer diwilayah ini sebesar 75 persen menggunakan bahan bakar gas, dan 24,05 persen menggunakan bahan bakar batu bara.

Loading...

Direktur Utama bright PLN Batam Dadan Kurniadipura mengungkapkan, pihaknya sudah tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak. Pasalnya, bahan bakar minyak dianggap sebagai barang langka/sulit didapatkan. 

“Bahan bakar minyak terpaksa digunakan hanya pada saat listrik byar pet. Jadi sudah lama kami tidak pakai bahan bakar minyak, dari sisi hitungan operasional juga mahal,” tutur Dadan, saat menerima kunjungan media di kantornya, Rabu, 23 Oktober 2019.

Pada pertemuan itu, hadir mendampingi Dirut bright PLN Batam, Vice President Public Relation PT PLN Dwi Suryo Abdullah, Direktur Keuangan Dan Sumber Daya Manusia Bayu Widyarto, Direktur Operasi Awaluddin Hafid, hadir juga Direktur Bisnis Dan Pengembangan Usaha Buyung Abdul Zala.

Menurut Dadan, sampai dengan pertengahan 2019, bright PLN Batam memiliki daya mampu kurang lebih 570 MW dengan beban puncak Batam-Bintan 480 MW.

Loading...

“Dengan komposisi pemakaian energi primer tersebut, energi gas merupakan bahan bakar utama untuk ketersediaan dan kelancaran penyediaan energi listrik di Batam – Bintan,” katanya.

Dadan mengakui, lima bulan lalu bright PLN Batam terpaksa melakukan pemadaman bergilir di beberapa wilayah. Hal ini harus dilakukan lantaran dua pembangkit besar milik perusahaan mengalami gangguan.

“Pembangkit besar kita mengalami gangguan dan rusaknya berbarengan. Blade turbinnya kena, kalau mengganti spare partnya dari Eropa dan butuh waktu untuk perbaikannya. Kami beroperasi dengan kondisi pas-pasan waktu itu. Kalau terjadi seperti itu, terjadilah pemadaman,” paparnya.

Ditegaskan, PLN Batam juga tidak pernah menggunakan subsidi anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) layaknya PT PLN Persero yang masih disubsidi pemerintah. “Kami harus menghidupi perusahaan sendiri karena tidak tergantung dari pemerintah pusat melalui pendanaan APBN,” kata dia.

Karena tidak mendapatkan subsidi APBN, Dadan berharap bantuan diberikan dari stakeholder maupun pemerintah daerah setempat agar harga gas mendapat harga yang murah atau dapat diperjuangkan untuk bisa turun, demi keberlangsungan pasokan. 

“Kami sadar, ini sulit karena kebijakan yang tak populer, apalagi jelang pilkada. Tapi kami akan terus berusaha agar kelistrikan di Batam tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Batam yang terus tumbuh”.(kmg)

Loading...
Loading...