Jumat | 13 Desember 2019 |
Advertisements
×

Pencarian

Kandidatku untuk Pilkada Kepri

HEADLINE

Dugaan Korupsi Monumen Bahasa, 2 Pejabat Pemprov Kepri dan Pengusaha Jadi Tersangka

Senin | 18 November 2019 | 22:38

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri tetapkan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Monumen Bahasa Melayu tahap II Tahun Anggaran 2014. 

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga menyampaikan kepada wartawan di Media Center Polda Kepri, Senin, 18 November 2019.

Loading...

Ketiga tersangka, dua diantaranya pejabat di Pemprov Kepri. Mereka yakni mantan Kepala Dinas berinisial AN, kuasa pengguna anggaran berinisial YN dan seorang lagi pengusaha berinisial Yz.

Erlangga mengatakan, pelaksanaan proyek tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari tersangka AN.

“Saat itu harga kontrak yang ditandatangani antara tersangka AN dengan YN pada 16 Juni 2014 sebesar Rp 12,585,555,000,” ujar Erlangga yang saat itu didampingi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Kepri, AKBP Agus Nugroho.

Namun, lanjutnya, di tengah perjalanan terjadi pengalihan pelaksanaan pekerjaan utama proyek kepada pihak lain yaitu Yz, dengan meminjam bendera PT Sumber Tenaga Baru.

Loading...

“Dari pengalihan tersebut, tersangka YN mendapat fee sebesar 3 persen sejumlah Rp 66.634.345,” tuturnya.

Tidak hanya itu, setelah pengerjaan dilanjutkan oleh M Yazser, proyek tidak berjalan sesuai kontrak, mutu beton K250 tidak sesuai spesifikasi, bahkan diperkirakan bisa roboh kembali.  

“Negara dalam hal ini pemerintah Provinsi Kepri mengalami kerugian senilai Rp 2.219.634.245,” imbuhnya.

Penyidik sudah melakukan pemeriksaan 30 orang saksi dari kasus tersebut. Tersangka dijerat UU RI NO. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UURI NO. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tidak pidana korupsi. Para tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun. (sal)

Editor :

Loading...
Loading...