Selasa | 11 Agustus 2020 |
×

Pencarian

HARI INI SEJARAH

EgyptAir dan Ethiopian Airlines Dibajak Pada Hari dan Bulan yang Sama

MEDIAKEPRI.CO.ID – Dua maskapai penerbangan dari dua negara pernah mengalami hal pahit pada hari dan bulan yang sama. Kedua maskapai tersebut yakni EgyptAir Airlines dan EgyptAir Airlines.

Kedua pesawat ini dibajak pada tanggal 23 November. Namun kedua armada ini dibajak pada tahun yang berbeda. Dan selisih peristiwa antara kedua pesawat ini sekitar 9 tahun.

Loading...

EgyptAir beroperasi dibawah bendera EgyptAir Airlines Company merupakan sebuah maskapai penerbangan nasional Mesir yang berbasis di Cairo.

EgyptAir merupakan anggota Arab Air Carriers Organization dan juga merupakan maskapai terbesar kedua di Afrika (setelah South African Airways).

23 November 1985, Egyptair dengan penerbangan 648, sebuah Boeng 737 dibajak menuju Luqa, Malta oleh tiga orang dari grup Abu Nidal. Omar Rezaq merupakan salah satunya.

Setelah beberapa jam negosiasi, tentara Mesir menyerang pesawat untuk melawan pembajak, yang melempar beberapa granat dan menembak mati 5 penumpang berkebangsaan Israel dan Amerika Serikat.

Loading...

Pesawat itu mengalami kerusakan parah karena ledakan dan kebakaran. 2 dari 6 awak kabin dan 58 dari 91 penumpang tewas

Sedangkan, Ethiopian Airlines adalah maskapai penerbangan nasional Ethiopia yang berbasis di Addis Ababa, Ethiopia.

23 November 1996, terjadi pembajakan yang dilakukan oleh tiga orang terhadap pilot Boeing 767 milik Ethiopian Airlines Penerbangan 961. Penerbangan tersebut merupakan yang pertama dalam rute Trans Afrika dari Addis Ababa-Nairobi-Brazzaville-Lagos-Abidjan.

Pembajak tersebut memaksa pilot untuk terbang ke Australia, karena tidak cukup bahan bakar, pesawat terbang di sepanjang pesisir pantai Afrika, ATC Nairobi.

Pesawat disarankan untuk mendarat di Mombasa. Sayangnya, bahan bakar pesawat habis dan salah satu mesin pesawat mati sebelum mendarat di Mombasa ketika pesawat disekitar Moroni, Kepulauan Komoro.

Pesawat, akhirnya terbang dan mendarat di air dengan radius 500m lepas pantai, kejadian ini mengakibatkan 123 dari 175 penumpang dan awak kabin tewas.

Kapten Leul Abate menjadi sorotan media AS karena telah melakukan pendaratan di laut dengan baik dan dapat menyelamatkan beberapa penumpang, sementara itu, disisi lain Semua pembajak diperkirakan tewas. (wikipedia.org)

Loading...
Loading...