Minggu | 15 Desember 2019 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Miris! Diduga Karena “Pelakor”, Seorang Suami Bunuh Istri dan Menyusul Gantung Diri, Ini Kata Polisi

Senin | 11 November 2019 | 7:06

MEDIAKEPRI.CO.ID, Minahasa – Usai membunuh, suami gulung istri dengan kasur lalu gantung diri, diduga ada pelakor diantara mereka.

Kebanyakan kasus cinta segi tiga dalam rumah tangga selalu membawa petaka.

Loading...

Seperti dialami pasangan suami istri, warga Desa Noongan, Jaga II, Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Selatan.

Akibat adanya perselingkuhan suami bunuh istri lalu sang suami bunuh diri.

Kisah ini berawal dari warga Desa Noongan yang geger dengan penemuan mayat suami istri.

Keduanya ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.

Loading...

Sang istri berinisial SM (39) ditemukan lebih dulu, Ahad, 10 November 2019 sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban pertama kali ditemukan sudah bersimbah darah di dalam kamar mandi rumahnya, dengan luka sabetan benda tajam di bagian kepala dan pipi sebelah kanan.

Korban berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sedangkan, sang suami berinisial DR (40) ditemukan beberapa jam kemudian.

Dia tewas gantung diri di perkebunan miliknya yang tak jauh dari rumah.

DR diduga telah membunuh istrinya lebih dulu, kemudian bunuh diri.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang mengatakan, menurut keterangan anak korban yang berusia 12 tahun, sekitar pukul 09.00 Wita, dia terbagun dari tidur kemudian mencari orangtua dengan cara memanggil-manggil ayah dan ibunya.

Namun, tidak ada jawaban.

Ketika masuk ke dalam kamar orangtuanya, sang anak melihat ada bercak darah di kasur dan bantal serta dinding.

Kemudian, dia memberitahukan kepada kakaknya yang berumur 15 tahun yang sedang menonton televisi.

Namun, kakaknya tidak menghiraukan.

Kakaknya mengetahui ketika itu ayahnya mengantar orang ke bandara.

Sementara ibunya sedang beribadah di gereja.

Tak lama kemudian, datang bibi dan paman mereka yang mengantarkan adik mereka yang masih berumur 1,5 tahun.

Sang adik ini sebelumnya dititipkan.

Sekitar pukul 13.00 Wita, pamannya menanyakan keberadaan orangtua mereka.

Namun, anak korban mengatakan sudah tidak mengetahui keberadaan kedua orangtuanya.

Lalu, anak korban menjelaskan kepada pamannya bahwa dia melihat ada bercak darah di dalam kamar orangtua mereka.

Setelah itu, pamannya masuk dan melihat memang betul ada bercak darah.

Saat diperiksa di dalam kamar mandi, ditemukan korban telah bersimbah darah dengan luka sabetan senjata tajam dan posisi telah meninggal dunia.

Selanjutnya, mereka melaporkan hal tersebut kepada pemerintah setempat.

Anak korban juga menjelaskan bahwa orangtua mereka seringkali cekcok karena ayah mereka diduga memiliki selingkuhan.

Bahkan, pernah diurus oleh pemerintah setempat karena kasus perselingkuhan.

“Diduga pelakunya adalah suaminya sendiri,” kata Denny saat dihubungi Kompas.com, Ahad malam.

Motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi masalah keluarga.

Diduga, sang istri telah mengetahui suaminya memiliki wanita lain sehingga terjadi cekcok yang berujung pembunuhan.

“Usai dibunuh, pelaku membalut korban dengan kasur dan selimut kemudian menyeret korban ke kamar mandi di kamar tempat kejadian,” jelasnya.

Karena diduga pelaku adalah suaminya, Tim Reskrim Polres Minahasa bersama Polsek Langowan, melacak keberadaan pelaku.

Namun, beberapa jam kemudian, lelaki yang diduga melakukan pembunuhan ditemukan tewas gantung diri di perkebunan miliknya yang tak jauh dari rumahnya.

“Informasi dari warga setempat bahwa suami korban telah ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon jati menggunakan tali nilon,” ungkapnya.

Selanjutnya, kepolisian langsung mengamankan dua tempat kejadian perkara (TKP), mencari bahan keterangan, saksi, dan menyita barang bukti.

Sedangkan dua korban, kata dia, telah dibawa ke RS Noongan Langowan untuk dilakukan pemeriksaan.

“Walaupun terduga pelaku sudah meninggal, kepolisian tetap melakukan gelar perkara untuk mengetahui lebih jelas motif pembunuhan ini,” ujar dia. (***)

Editor :

Loading...
Loading...